BOJONEGORO – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, terpaksa dihentikan sementara. Imbas kebakaran yang menghanguskan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Sumuragung pada Senin dini hari. (2/2/2026).

Akibat kejadian ini, sebanyak 3.284 penerima manfaat kini kehilangan akses sementara terhadap layanan gizi tersebut.

Camat Baureno, Dery Aprilian, menuturkan bahwa penghentian operasional ini merupakan hasil koordinasi cepat pasca-insiden.

"Diputuskan penyaluran MBG bagi warga Baureno dihentikan sementara sembari menunggu kesiapan operasional kembali," ujar Dery pada Senin (2/2/2026).

​Penghentian ini berdampak luas pada berbagai kelompok masyarakat, dengan rincian penerima manfaat diantaranya Balita 465 ,Siswa PAUD/TK 884 anak, pelajar SD (Kelas Kecil & Besar): 1.189 orang, siswa SMP/MTs, SMA/SMK 367 siswa, serta ibu hamil dan menyusui 230 jiwa.

Dapur SPPG Sumuragung merupakan tulang punggung distribusi gizi bagi 51 lembaga pendidikan dan sosial di Kecamatan Baureno. 

Beberapa sekolah dan wilayah yang terdampak langsung meliputi Lembaga Pendidikan MI Mansyaul Huda, MI Muhammadiyah 19, SMPN 3 Baureno, MI Tanwirul Hija, SDN Tlogoagung 1 dan 2, serta SDN Trojalu.

​Selain menyasar institusi formal, program kategori B3 (Balita, Bumil, Busui) yang mencakup 695 jiwa di lima desa tersebut juga dipastikan terhenti total hingga waktu yang belum ditentukan.

Kebakaran yang melanda fasilitas di Dusun Grogolan ini terjadi pada Senin dini hari tadi. Selain melumpuhkan program strategis nasional di tingkat lokal, insiden ini memakan korban luka. 2 orang mengalami luka bakar dan kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

​Pemerintah setempat saat ini fokus pada penanganan pasca-kebakaran dan mencari solusi agar layanan gizi bagi masyarakat rentan di Baureno dapat segera kembali berjalan. (ar/sam)