BOJONEGORO – Terungkap alasan di balik keberadaan Indra Saputra (28), pria asal Sumatera Selatan yang tewas tertabrak Kereta Api Gumarang di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Korban diketahui bertahan di wilayah tersebut diduga karena persoalan asmara.
Informasi yang dihimpun, korban sudah beberapa hari berada di Desa Talok sebelum kejadian. Ia kerap terlihat mondar-mandir berjalan kaki di sekitar jalur rel kereta api dan tidur di teras warung sekitar lokasi.
Mantan Kepala Desa Talok, Supardi, mengatakan bahwa korban datang ke Bojonegoro karena menjalin kedekatan dengan seorang janda di sekitar wilayah Desa Talok. Namun, hubungan tersebut tidak berjalan mulus.
“Informasinya korban sedang mengejar seorang janda, tapi tidak berhasil. Makanya beberapa hari mondar-mandir dan tidur di warung,” ungkap Supardi.
Supardi juga membenarkan bahwa korban tidak memiliki kendaraan dan hidup berpindah-pindah selama berada di wilayah tersebut. Bahkan, warga sempat menawarkan pekerjaan agar korban bisa memiliki penghasilan dan pulang ke kampung halamannya.
“Korban sering terlihat jalan kaki menyusuri pinggiran rel dari Kalitidu ke Talok,” ujar Supardi.
Sementara itu, Kapolsek Kalitidu AKP Saifudinuri menyampaikan bahwa korban memang sudah beberapa hari berada di Desa Talok sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia akibat tertabrak KA Gumarang, Kamis (15/1/2026) pagi.
“Pihak kepolisian sudah berkoordinasi dengan keluarga korban di Sumatera Selatan. Karena terkendala biaya, jenazah dimakamkan di Bojonegoro,” jelas AKP Saifudinuri. (sam)