BOJONEGORO – Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menegaskan tidak ada proses rekrutmen pegawai baru di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Temayang. Penegasan ini sekaligus membantah isu dugaan pungutan liar (pungli) yang ramai diperbincangkan warga terkait tawaran kerja berbayar di rumah sakit tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, memastikan bahwa hingga saat ini tidak pernah ada pembukaan rekrutmen pegawai RSUD Temayang sebagaimana kabar yang beredar di masyarakat.
“Saya pastikan tidak ada rekrutmen pegawai di RSUD Temayang,” tegas Ninik Susmiati saat dikonfirmasi suarasatu.com, Kamis (8/1/2026).
Ninik menjelaskan, kebutuhan sumber daya manusia di RSUD Temayang dipenuhi dari aparatur sipil negara (ASN) yang sudah ada, baik dari puskesmas maupun dari RSUD lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
“Kebutuhan pegawai kami penuhi dari ASN dari puskesmas dan RSUD. Tidak ada rekrutmen baru,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tenaga kesehatan (nakes) maupun tenaga teknis di RSUD Temayang wajib berstatus ASN. Hal tersebut sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
“Nakes dan tenaga teknis lainnya tidak boleh non-ASN. Sehingga diambil dari ASN puskesmas dan RSUD,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk kebutuhan tenaga penunjang seperti petugas kebersihan dan satuan pengamanan, pihak rumah sakit menggunakan sistem alih daya atau outsourcing melalui pihak ketiga.
“Untuk cleaning service dan satpam dari tenaga outsourcing dengan pihak ketiga,” pungkas Ninik.
Dengan adanya klarifikasi ini, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap oknum yang menawarkan pekerjaan dengan imbalan uang. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan indikasi praktik pungli yang mengatasnamakan RSUD Temayang atau instansi pemerintah lainnya. (hil/sam)