BOJONEGORO - Tak terasa umat muslim kini telah memasuki hari ke-18 bulan suci Ramadhan. Memasuki fase sepuluh hari kedua menuju penutupan bulan suci, intensitas ibadah diharapkan semakin meningkat, terutama dalam memaksimalkan waktu-waktu mustajab seperti saat sahur.
Bagi setiap mukmin, sahur bukan sekadar aktivitas pengisi tenaga sebelum berpuasa, melainkan momen yang penuh dengan keberkahan langit. Sebagaimana doa yang dipanjatkan pada hari ke-18 ini, fokus utama tertuju pada kesadaran spiritual dan penerangan hati.
Makna Doa Hari ke-18
Doa hari ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya hidayah dan bimbingan Allah SWT dalam setiap gerak tubuh kita:
"Ya Allah, sadarkanlah aku untuk mengetahui berkat yang ada pada waktu sahur. Terangilah hatiku dengan cahaya-Mu yang lembut. Jadikanlah seluruh anggota badanku dapat mengikuti cahaya itu. Wahai Penerang hati sanubari."
Dalam narasi spiritual Islam,waktu sahur adalah saat di mana rahmat Allah turun ke langit dunia. Meminta kesadaran akan "berkah sahur" berarti memohon agar kita tidak melewatkan momentum tersebut hanya dengan rasa kantuk, melainkan mengisinya dengan istighfar dan zikir.
Lebih lanjut, poin penting dalam doa ini adalah permohonan agar seluruh anggota badan mulai dari mata, tangan, hingga kaki mampu mengikuti "bekas-bekas" atau jejak kebenaran (atsar). Ini adalah bentuk totalitas dalam beribadah, di mana fisik dan batin berjalan selaras di bawah naungan cahaya Illahi.
Pesan Ramadhan
Seiring dengan berjalannya waktu, para ulama mengingatkan agar umat Islam tidak kendur dalam beribadah. Justru di hari-hari menjelang sepuluh hari terakhir inilah, pemanasan spiritual harus dilakukan agar kita siap menjemput malam Lailatul Qadar.
Semoga di hari ke-18 ini, hati kita semakin lapang dan raga kita semakin ringan dalam melangkah menuju ketaatan. Amin Ya Rabbal Alamin.
Doa Hari ke-18 Puasa Ramadhan
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
اَللَّهُمَّ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ لِبَرَكَاتِ أَسْحَارِهِ وَ نَوِّرْ فِيْهِ قَلْبِيْ بِضِيَاءِ أَنْوَارِهِ وَ خُذْ بِكُلِّ أَعْضَائِيْ إِلَى اتِّبَاعِ آثَارِهِ بِنُوْرِكَ يَا مُنَوِّرَ قُلُوْبِ الْعَارِفِيْنَ
Allâhumma nabbihnî fîhi libarakâti ashârihi wa nawwir fîhi qalbî bidhiyâi anwârihi wa khudz bikulli a’dhâî ilat tibâ’I âtsârihi binûrika yâ munawwiral qulûbi ârifîn
Artinya : Ya Allah sadarkanlah aku untuk mengetahui berkat yang ada pada waktu sahur. Terangilah hati-ku dengan cahaya-Mu yang lembut. Jadikanlah seluruh anggota badanku dapat mengikuti cahaya itu. Wahai Penerang hati sanubari.