BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus mematangkan pelaksanaan Program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri) untuk tahun anggaran 2026. Program ini menjadi salah satu pilar andalan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor peternakan produktif.

​Kepala Bidang Peternakan Disnakkan Bojonegoro, drh. Indra Firmansyah, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan verifikasi lapangan terhadap calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 28 kecamatan. Langkah ini krusial guna memastikan bantuan tepat sasaran sebelum diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Bupati.

​"Penyaluran bantuan saat ini belum dilaksanakan karena masih dalam proses verifikasi calon KPM. Setelah itu akan diajukan SK Bupati, dilanjutkan dengan bimbingan teknis, kemudian distribusi bantuan sesuai timeline rangkaian direncanakan dimulai di bulan Mei atau Juni," ujar drh. Indra kepada media.

​Sebagai catatan, Program Gayatri yang bersumber dari APBD 2025 telah menunjukkan hasil yang signifikan. Sebanyak 5.400 KPM telah menerima bantuan dengan total populasi mencapai 291.600 ekor ayam petelur.

​Indra memaparkan bahwa produktivitas dari bantuan tahun sebelumnya sangat memuaskan, bahkan telah mencapai angka produksi yang stabil.

​"Hingga saat ini, capaian produksi telur dari program tersebut telah mencapai sekitar 88 persen," jelasnya.

​Pemkab Bojonegoro tidak hanya berhenti pada tahap distribusi. Agar program ini berkelanjutan, pendampingan intensif terus dilakukan kepada para peternak, mulai dari aspek kesehatan hewan hingga strategi pemasaran.

​Pihak dinas memastikan para peternak mendapatkan edukasi mengenai manajemen pemeliharaan dan jadwal vaksinasi wajib, seperti Avian Influenza (AI) serta kombinasi Newcastle Disease dan Infectious Bronchitis (ND+IB).

​"Penerima Program Gayatri tahun 2025 masih terus kami dampingi, baik dari sisi teknis pemeliharaan maupun pemasaran, agar usaha ternak yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan," tegas Indra.

​Pemilihan ayam petelur sebagai komoditas bantuan didasari oleh sifatnya yang produktif dan perputaran uang yang cepat. Hal ini dinilai sangat efektif untuk membantu ekonomi rumah tangga secara instan namun berkelanjutan.

​"Melalui ayam petelur, masyarakat bisa mendapatkan penghasilan harian. Selain itu, perawatannya relatif mudah dan bisa dijadikan usaha sampingan," tambahnya.

​Namun, Indra juga memberikan catatan penting bagi para KPM terkait kedisiplinan finansial. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada cara warga mengelola keuntungan untuk diputar kembali sebagai biaya operasional.

​"Hasil penjualan telur diharapkan dapat dikelola dengan baik untuk menunjang keberlanjutan usaha, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pakan serta penggantian ayam saat memasuki masa afkir," pungkasnya.

​Dengan manajemen yang tepat, Program Gayatri diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat Bojonegoro, mengubah status penerima manfaat menjadi peternak mandiri yang berdaya saing. (ain)