BOJONEGORO – Memasuki tahun kedua masa bakti, kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah di Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat sinergi politik dan keberlanjutan program strategis.
Partai Golkar Bojonegoro secara resmi menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat kecil.
Fase satu tahun pertama dinilai sebagai periode krusial dalam peletakan fondasi pembangunan ekonomi kerakyatan, terutama melalui pemberdayaan sektor UMKM yang dampaknya mulai dirasakan secara masif oleh masyarakat luas.
Ketua DPD Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menekankan pentingnya menjaga ritme kebijakan yang pro-rakyat agar manfaatnya semakin luas.
“Golkar Bojonegoro siap mengawal kebijakan pro rakyat dan mendukung penuh langkah Bupati Wahono dan Wabup Nurul dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro,” ucap Ahmad Supriyanto. Sabtu (21/2/2026).
Ketua Golkar Bojonegoro sangat apresiasi atas capaian pemimpin asli putra daerah ini dalam mengonsolidasikan program kerja selama setahun terakhir.
Kini harapan besar disematkan oleh masyarakat, pada tahun kedua pemerintahan ini agar inovasi program semakin tajam menyentuh lapisan masyarakat bawah. Salah satunya Keberlanjutan program ekonomi mikro menjadi kunci stabilitas daerah.
”Di tahun berikutnya kita berharap pemerintah daerah semakin solid, inovatif, dan konsisten menghadirkan program yang manfaatnya langsung menyentuh masyarakat bawah,” imbuh Supriyanto.
Sementara itu, capaian satu tahun kepemimpinan Bupati Setyo Wahono di maknai sebagai proses belajar dan mendengarkan aspirasi publik secara intensif. Baginya, hubungan kerja dengan Nurul Azizah merupakan bentuk kolaborasi antara konseptor dan eksekutor yang harmonis.
”Terima kasih kepada seluruh pihak di Kabupaten Bojonegoro, atas dukungan, doa dan restunya kepada kepemimpinan kami berdua,” ucap Bupati Wahono di Pendopo Pemkab Bojonegoro, Jum'at (20/2/2026).
Bupati Setyo Wahono jmemaparkan bahwa tahun pertama telah digunakan untuk membangun sistem birokrasi yang melayani sesuai dengan visi misi dan RPJMD yang telah disusun.
Baginya, refleksi setahun ini bukan sekadar ajang pamer pencapaian, melainkan ruang evaluasi untuk memperkuat integritas dan jaringan komunikasi.
”Saya berharap, dengan kekompakan, komunikasi, menjunjung integritas, dan menjalin kerja sama yang baik serta penuh inovasi, bisa membawa Bojonegoro lebih berprestasi lagi untuk memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat,” imbuh Wahono.
Selaras dengan hal tersebut, Wakil Bupati Nurul Azizah menyoroti aspek kekuatan fiskal daerah sebagai instrumen penting dalam eksekusi kebijakan. Ia mengajak para pemangku kepentingan untuk melihat dinamika postur APBD Bojonegoro dari masa ke masa sebagai bahan refleksi atas efisiensi dan efektivitas anggaran. ”Dengan kekuatan anggaran berbeda, mulai dari adanya efisiensi, menjadikan pengalaman ini menjadi bagian refleksi. Kami bangga mendampingi beliau karena selalu memberikan kebijakan makro,” tandas Nurul Azizah menutup pernyataannya. (AR)