BOJONEGORO – Peristiwa angin kencang yang memporak-porandakan tenda dan fasilitas acara di RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro pada Sabtu (28/3/2026) siang memicu perbedaan pernyataan antara jajaran direksi rumah sakit tersebut.
Di tengah bukti video amatir yang menunjukkan kepanikan peserta dan kerusakan fasilitas, Direktur RSUD justru memberikan keterangan yang bertolak belakang dengan fakta di lapangan maupun pernyataan wakilnya.
Direktur RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo, Ani Pujiningrum, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat dengan tegas membantah adanya insiden cuaca ekstrem yang menerjang agenda internal di halaman Gedung I tersebut.
"Tidak ada Pak, saya di sana tidak ada apa-apa," tulis Ani Pujiningrum kepada suarasatu.com, Minggu (29/3/2026). Pernyataan ini cukup mengejutkan mengingat sejumlah saksi mata menyebutkan agenda bertajuk Pembinaan dan Peningkatan Sinergi Keluarga Besar RSUD tersebut terpaksa bubar akibat situasi darurat.

Keterangan berbeda justru disampaikan oleh Heru Wicaksi, yang menjabat sebagai Wakil Direktur (Wadir) RSUD sekaligus Plt Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro. Heru membenarkan adanya musibah angin kencang yang menimpa kegiatan di rumah sakit yang berlokasi di Jalan Veteran itu, berdasarkan laporan dan bukti visual yang ia terima dari staf di lokasi.
"Angin kencang saja. Saya dapat laporan dan video dari teman-teman itu sekitar jam setengah dua. Kebetulan saya sudah pulang. Acaranya pas makan-makan. Acara seremonial sudah selesai, Alhamdulillah tidak ada korban ya," ucap Heru Wicaksi melalui sambungan telepon, Minggu (29/3/2026).
Pernyataan Heru ini selaras dengan informasi yang dihimpun bahwa insiden terjadi sekitar pukul 13.30 WIB saat para pegawai sedang menikmati hidangan.
Kontradiksi antara Direktur dan Wadir ini menjadi sorotan di tengah beredarnya rekaman video amatir yang memperlihatkan tenda besar bergoyang hebat dan hampir roboh diterjang angin.
Beberapa fasilitas seperti meja dan kursi tampak berantakan dan basah karena area terbuka tidak mampu menahan derasnya air hujan. Salah satu saksi mata yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa para peserta langsung berlarian menyelamatkan diri ke dalam gedung utama saat tenda terop dan meja makan mulai terseret angin.
"Pas makan itu kejadiannya, sekitar setengah dua siang," ungkapnya.
Kondisi di lapangan saat itu dilaporkan cukup mencekam dengan jarak pandang terbatas di area parkir dan halaman gedung akibat intensitas hujan yang sangat tinggi. Meski pimpinan tertinggi rumah sakit menyatakan tidak ada kejadian apa pun, kesaksian pegawai dan konfirmasi dari pihak BPBD mempertegas bahwa cuaca ekstrem sempat melumpuhkan kegiatan halal bihalal internal tersebut. (ain)