BOJONEGORO – Kondisi Jalan Raya Dander–Bojonegoro dilaporkan membahayakan pengguna jalan setelah permukaannya tertutup lumpur akibat aktivitas proyek urugan bangunan. Lumpur diduga terbawa roda dump truk pengangkut tanah yang keluar-masuk proyek tanpa dilakukan pembersihan, sehingga mencemari badan jalan hingga sepanjang sekitar satu kilometer.

Pantauan di lokasi menunjukkan, jalan berlumpur berada di wilayah Desa Sumbertlaseh, tepatnya di kawasan kompleks pondok pesantren. Meski area proyek masuk sisi timur jalan dan secara administratif berada di Desa Ngumpakdalem, dampak licinnya jalan dirasakan langsung oleh warga sekitar serta pengendara yang melintas.

Warga menyebut kondisi tersebut sudah terjadi kurang lebih selama sepekan terakhir. Lumpur paling banyak menumpuk di sisi barat jalan, menyebabkan permukaan aspal licin dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Salah satu warga Desa Sumbertlaseh, Rohim, mengaku telah menyampaikan keluhan kepada pihak proyek. Namun hingga saat ini, upaya pembersihan dinilai belum maksimal.

“Saya sudah protes ke mandornya, katanya mau dibersihkan. Tapi kenyataannya tetap saja mengotori jalan,” ujar Rohim, Sabtu (17/1/2026).

Ia menambahkan, akibat kondisi licin tersebut, beberapa pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh. Selain membahayakan keselamatan, lumpur juga mengotori kendaraan serta mengganggu aktivitas santri di lingkungan pondok pesantren.

“Sudah banyak pengendara motor yang jatuh karena terpeleset akibat lumpur itu,” jelas Rohim.

Sementara itu, mandor proyek urugan bangunan yang tidak bersedia disebutkan namanya menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pembersihan di area jalan terdampak. Ia mengklaim sudah menurunkan petugas khusus untuk menangani sisa lumpur.

“Sudah kami bersihkan. Kami juga menugaskan petugas untuk membersihkan bekas lumpur,” ujarnya.

Namun klaim tersebut dibantah oleh warga, yang menilai kondisi jalan masih kotor dan licin. Bahkan, muncul rencana dari warga untuk melaporkan persoalan ini kepada Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengingat lokasi proyek berada di dekat gang kediaman orang nomor dua di Bojonegoro tersebut.

Menanggapi rencana pelaporan itu, mandor proyek terkesan tidak menggubris.

“Silakan kalau mau mengadu ke Bu Nurul, saya juga orangnya,” ucapnya.

Pernyataan tersebut langsung ditepis oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah. Saat dikonfirmasi, ia menegaskan tidak mengetahui proyek maupun pihak yang mengaitkan namanya.

"Orangnya siapa, itu proyek apa saya tidak tahu. Tapi kalau sudah parah begitu harus ditegur,” ungkap Wabup Nurul.

Terpisah, Kepala Dusun (Kasun) Desa Ngumpakdalem, Huda, membenarkan bahwa proyek urugan tersebut berada di wilayahnya dan merupakan proyek swasta.

"Akan kami tegur, mas. Kalau perlu distop dulu, jika masih mengotori jalan,” ujarnya singkat. (sam)