BOJONEGORO - Kesal gegara jalan makadam di Desa Genjor, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, rusak parah dan penuh kubangan air hingga kini belum tersentuh pembangunan oleh pihak pemdes. Sejumlah pemuda protes dengan aksi tanam pohon pisang.

Aksi dadakan ini terjadi pada Jum'at sore kemarin (16/1), hingga viral di media sosial. Nampak para remaja desa setempat sibuk menyangkul tanah dan memotong pohon pisang lalu menanamnya di beberapa jalan yang penuh lumpur dan berlubang.

"Di iciri gedang wae ratane. Ora usah demo-demo," ucap salah satu pemuda dalam video viral.

Sementara itu, salah satu tokoh pemuda di Genjor saat dikonfirmasi suarasatu.com menuturkan jika aksi ini bentuk protes terhadap pemerintah desa karena jalan akses yang telah lama rusak

"Sebagai bentuk protes, sudah lama jalan itu tidak ada perbaikan dengan melakukan aksi ini semoga pemerintah desa memperbaiki," ucap salah satu warga berinsial DK kepada suarasatu.com. Sabtu (17/1/2026).

Adanya aksi protes ini juga ditegaskan tidak ada unsur apapun dan murni keluh kesah warga sehingga terpaksa melakukan tanam pohon pisang.

"Jalan itu akses mau kecamatan, pasar, bank, kalau kearah selatan, jika ke utara bisa sampai Balen," imbuh DK.

Aksi para pemuda desa ini sempat mendapat respon salah satu perangkat desa dan meminta mereka untuk mencabuti namun di tolak oleh para pemuda.

"Tadi sudah ada perangkat desa yang datang, disuruh cabut tapi kami menolak akhirnya dicabut sendiri olehnya," pungkas salah satu pemuda Desa Genjor kapada suarasatu.com.

Adanya protes warga ini, suarasatu.com berusaha konfirmasi Kepala Desa Genjor, melalui sambungan telepon, namun belum di respon. (ar/sam)