BOJONEGORO - Ruas Jalan Nasional Bojonegoro-Babat yang melintasi wilayah Kecamatan Baureno kembali menuai keluhan. Dalam beberapa pekan terakhir, kondisi jalan yang dipenuhi lubang, tambalan tidak rata, serta permukaan bergelombang dinilai rawan memicu kecelakaan lalu lintas, terlebih di tengah musim penghujan.

Peristiwa terbaru terjadi di Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Rabu (28/1/2026) malam sekitar pukul 19.10 WIB. Seorang pengendara sepeda motor matic dilaporkan terjatuh setelah melintasi jalan berlubang. Hingga kini, identitas korban maupun nomor polisi kendaraan belum diketahui.

Insiden serupa juga tercatat sebelumnya. Pada Selasa (21/1/2026), seorang pemotor mengalami kecelakaan tunggal di Desa Trojalu, Kecamatan Baureno. Kendaraan korban oleng saat melewati jalan rusak hingga terjatuh. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka dan wajahnya berlumuran darah.

Kondisi jalan nasional tersebut mendapat sorotan dari para pengguna jalan. Misbah, salah satu warga, mengaku kerap menyaksikan kecelakaan di sepanjang jalur Bojonegoro-Babat, khususnya di wilayah Baureno.

“Jalan berlubang sangat membahayakan. Hampir setiap hari ada saja kecelakaan. Saat hujan, lubang tidak terlihat karena tertutup genangan air,” ujar Misbah, Kamis (29/1/2026).

Sementara itu, Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian Nur Pratama, menyampaikan bahwa hingga awal tahun 2026 pihaknya baru menerima satu laporan kecelakaan yang secara resmi disebabkan oleh kondisi jalan berlubang.

“Sampai saat ini, laporan resmi yang kami tangani baru satu kejadian,” kata Ipda Septian.

Kecelakaan tersebut terjadi pada Jumat (23/1/2026), melibatkan sepeda motor Honda PCX bernomor polisi S 2026 AAW dan sebuah truk Mitsubishi bernopol L 8610 BI. Saat itu, pengendara motor berupaya mendahului truk namun secara mendadak menghindari lubang di jalan. Motor kehilangan kendali hingga korban terjatuh dan terlindas truk. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Menyikapi kondisi tersebut, pihak kepolisian mengimbau para pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur tersebut, terutama di musim hujan.

“Kami mengimbau pengendara untuk lebih berhati-hati dan tetap mematuhi batas kecepatan sesuai ketentuan,” pungkas Ipda Septian. (sam)