BOJONEGORO – Insiden ambruknya kanopi teras gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, pada Rabu (1/4) malam, langsung direspons cepat oleh pihak TNI. Kodim 0813 Bojonegoro memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh serta langkah perbaikan segera.
Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan bahwa proyek pembangunan gerai KDKMP tersebut sejatinya dikerjakan dengan sistem swakelola. Skema ini sengaja dipilih untuk melibatkan warga sekitar sebagai bentuk nyata pemberdayaan ekonomi lokal.
"Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan adalah komitmen awal Kodim untuk menghidupkan semangat gotong royong," ujar Letkol Dedy.
Meski demikian, ia mengakui adanya tantangan teknis terkait kualitas sumber daya manusia (SDM) di lapangan yang berdampak pada hasil akhir konstruksi.
"Kami berkomitmen pembangunan dilakukan secara swakelola bersama masyarakat. Namun, mungkin dari sisi kualitas SDM di beberapa titik masih perlu peningkatan. Kami terbuka terhadap saran dan masukan; yang pasti evaluasi dan perbaikan terus kami lakukan," tegasnya.
Peristiwa ambruknya kanopi teras tersebut terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 18.30 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kanopi yang terbuat dari rangka baja ringan dengan atap seng galvalum sepanjang kurang lebih 25 meter tersebut mendadak ambruk saat kondisi sekitar sedang sepi.
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menuturkan bahwa faktor cuaca menjadi pemicu utama. "Kena angin kencang tadi habis Magrib. Sudah dilaporkan ke desa oleh warga," ungkapnya.

Di sisi lain, beberapa warga menyoroti sisi teknis konstruksi yang dianggap kurang kokoh. Kanopi tersebut dinilai memiliki bentangan yang terlalu panjang namun minim tiang penyangga untuk menahan beban rangka dan terpaan angin.
"Kondisi teknis bisa saja berpengaruh, karena kanopi di gedung Koperasi Merah Putih terlalu panjang tapi tidak ada tiang penyangga, sehingga rawan ambruk kalau ada angin," cetus warga lainnya.
Danramil Trucuk, Kapten Inf Agus Darso, membenarkan adanya insiden tersebut. Melalui pesan singkat, ia menjelaskan bahwa faktor cuaca ekstrem menjadi penyebab runtuhnya struktur atap luar tersebut.
"Terhempas angin. Ada angin kencang habis Magrib tadi. Malam ini (Rabu malam) langsung kami lakukan pembersihan di lokasi," tegas Kapten Agus Darso.
Hingga saat ini, pihak Kodim 0813 Bojonegoro terus memantau situasi di lapangan guna memastikan proses perbaikan berjalan sesuai standar keamanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (ain)