BOJONEGORO – Meski masa libur Lebaran mulai memasuki babak akhir dan Operasi Ketupat Semeru 2026 telah resmi ditutup pada 25 Maret lalu, jajaran Polres Bojonegoro tak lantas mengendorkan pengamanan. Polisi terpantau masih mengintensifkan patroli dialogis untuk menjamin kenyamanan warga yang menghabiskan sisa waktu liburan.
Salah satu titik yang menjadi fokus pengamanan adalah kawasan wisata Waduk Sonorejo, Kecamatan Padangan. Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, turun langsung memimpin pemantauan guna memastikan situasi tetap kondusif di tengah sisa lonjakan pengunjung.
AKBP Afrian menegaskan bahwa berakhirnya Operasi Ketupat bukan berarti penjagaan berhenti. Pihaknya kini menerapkan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai langkah transisi untuk mengawal masyarakat yang masih berada dalam fase arus balik maupun yang baru berkesempatan berwisata.
"Kami tetap menggelar KRYD pascaoperasi Ketupat Semeru 2026. Layanan pengamanan ini diperuntukkan baik bagi masyarakat yang melakukan perjalanan balik mudik maupun mereka yang masih menikmati liburan di lokasi wisata," ujar AKBP Afrian, Sabtu (28/3/2026).
Dalam kegiatan tersebut, petugas kepolisian menyisir area wisata dan berdialog langsung dengan pengelola serta pengunjung.
Ada beberapa poin utama yang menjadi atensi petugas di lapangan, diantaranya, Menekan risiko curanmor dan aksi copet di tengah kerumunan.Pengaturan akses masuk wisata untuk mencegah kemacetan panjang. Serta Mengingatkan wisatawan agar tetap waspada terhadap barang bawaan pribadi.
Langkah preventif ini diambil agar masyarakat bisa menutup momen libur panjang mereka dengan tenang. Menurut Kapolres, kehadiran personel di lapangan adalah bentuk komitmen pelayanan prima Polri dalam menjaga stabilitas Kamtibmas.
"Patroli dialogis ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat yang menikmati sisa libur Lebaran merasa aman dan nyaman tanpa rasa khawatir akan gangguan keamanan," tambahnya.
Hingga saat ini, situasi di berbagai objek vital di Kabupaten Bojonegoro dilaporkan terkendali. Petugas tetap disiagakan hingga seluruh rangkaian aktivitas mudik dan balik benar-benar usai. (ain)