BOJONEGORO - Aksi tak bertanggung jawab oknum pencuri baut kini mengancam keamanan pemudik yang akan melintasi Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora (TBB) menjelang Idulfitri 2026.

Di tengah persiapan menyambut lonjakan arus mudik, jembatan penghubung antar provinsi tersebut justru menjadi sasaran perusakan hingga menyebabkan puluhan baut penguat strukturnya hilang digondol maling.

​Menanggapi situasi darurat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (PUBM) Kabupaten Bojonegoro bergerak cepat melakukan pengelasan permanen pada seluruh baut yang tersisa agar tidak bisa lagi dilepas secara ilegal.

Kepala Dinas PUBM Bojonegoro, Chusaifi Ivan Rachmanto mengungkapkan, dalam sepekan terakhir pihaknya menerima laporan terkait aktivitas perusakan jembatan. Pelaku diduga mengambil baut berbahan besi yang menjadi penguat struktur jembatan.

​“Dalam beberapa hari terakhir ada laporan pencurian baut. Jika dibiarkan, hal ini bisa mengancam kekuatan konstruksi jembatan,” ungkap Ivan, Rabu (18/3/2026).

​Langkah pengelasan ini diambil sebagai bentuk proteksi ekstra terhadap aset negara yang vital bagi mobilitas warga. Ivan melanjutkan, pihaknya mengambil langkah tegas dengan mengelas baut yang masih tersisa agar tidak mudah dilepas oleh oknum tak bertanggung jawab.

 “Terpaksa kami lakukan pengelasan pada setiap baut agar tidak bisa diambil lagi,” jelas Ivan.

​Kondisi di lapangan saat ini tergolong memprihatinkan karena banyaknya titik sambungan yang telah kehilangan komponen penguncinya. Pihak PU Bina Marga kini berpacu dengan waktu untuk melakukan penggantian baut yang hilang guna memastikan standar keamanan jembatan tetap terjaga sebelum puncak arus mudik tiba.

​Selain upaya teknis, peran serta masyarakat sangat diharapkan untuk menjadi mata dan telinga di lapangan. Ivan juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga fasilitas publik tersebut. Ia menegaskan pentingnya kepedulian bersama demi keselamatan pengguna jalan.

​“Kami berharap masyarakat ikut menjaga. Jika melihat ada aktivitas mencurigakan atau pencurian baut, segera laporkan ke pihak kecamatan atau kepolisian,” pungkasnya.