BOJONEGORO — Usai viralnya temuan satu porsi dimsum MBG yang diduga tidak layak konsumsi di Desa Jono, Kecamatan Temayang, pihak SPPG akhirnya memberikan penjelasan. Pemilik SPPG, Ida Rumiyati Ningsih, menyampaikan penyesalan mendalam atas kejadian tersebut.

Saat dikonfirmasi suarasatu.com, Ida menjelaskan bahwa temuan itu bersifat insidental dan terjadi di luar perkiraan. Dari total 5.227 porsi dimsum yang diproduksi pada hari kejadian, hanya satu porsi yang ditemukan bermasalah.

“Kami sangat menyesalkan adanya satu porsi dimsum yang ditemukan tidak layak konsumsi. Kejadian ini bersifat insidental,” ungkap Ida kepada suarasatu.com, Jum'at (5/12/2025).

Ia menegaskan bahwa sebagai mitra penyedia dapur (MBG), proses produksi selalu mengikuti standar yang telah ditetapkan SPPG, di mana pengawasan kualitas harian berada di bawah kepala SPPG.

Sebagai langkah cepat, pihak dapur melakukan pengecekan internal serta menghentikan distribusi 1.500 porsi yang seharusnya dibagikan hari itu. Selain itu, makanan yang terlanjur didistribusikan juga langsung ditarik kembali.

“Kami sudah melakukan pengecekan di dapur, ada 1.500 porsi yang kami stop dan tidak kami bagikan. Kami juga menarik makanan yang sudah terlanjur kami distribusikan,” jelas Ida.

Ida menambahkan bahwa pihaknya siap bekerja sama penuh dengan SPPG untuk evaluasi dan perbaikan SOP agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas dan memastikan keamanan makanan untuk seluruh penerima manfaat,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG masih melakukan evaluasi atas insiden yang menjadi perhatian publik tersebut. (hil/sam)