BOJONEGORO – Aksi seorang pria bersenjata tajam menggegerkan warga kawasan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan MH. Tamrin, Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro Kota, Minggu malam (14/12). Pria tersebut terlihat membawa celurit dan mengamuk di tengah keramaian.
Peristiwa itu terekam dalam sejumlah video warga dan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut tampak situasi mencekam saat aparat kepolisian bersama warga berupaya mengamankan pelaku.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, insiden bermula ketika pria tersebut mendatangi seorang pedagang kaki lima dan menanyakan alamat di kawasan Jalan Ledok Wetan. Pelaku bahkan sempat meminta pedagang itu untuk mengantarnya.
Namun situasi berubah drastis saat pedagang tersebut justru balik bertanya. Pelaku tiba-tiba tersulut emosi dan mengeluarkan sebilah celurit.
“Awalnya masih bisa diajak komunikasi dan tanya alamat. Tapi ketika ditanya balik oleh pedagang, dia langsung mengamuk,” ujar Alfa, salah seorang warga setempat.
Tanpa alasan yang jelas, pelaku kemudian bertindak agresif. Aksinya membuat pedagang, warga sekitar, serta pengendara yang melintas panik dan menjauh dari lokasi.
Pelaku bahkan sempat mengancam seorang pedagang dengan senjata tajam yang dibawanya. Pedagang tersebut berusaha mempertahankan diri menggunakan bambu panjang untuk menangkis serangan. Puluhan warga bersama aparat kepolisian yang berada di lokasi kemudian berupaya melumpuhkan pelaku.
Saat dilempari paving, helm, dan banner oleh warga, pelaku justru tidak menunjukkan rasa takut. Ia bahkan berbalik mengejar warga yang melemparinya. Setelah melalui upaya cukup alot, pelaku akhirnya berhasil dilumpuhkan dan diamankan untuk dibawa ke Polres Bojonegoro.
Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Bayu Adjie Sudarmono, saat dikonfirmasi suarasatu.com pada Senin siang (15/12), membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan bahwa pelaku telah diamankan oleh Satreskrim Polres Bojonegoro.
Pelaku diketahui berinisial P (44), warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku terbukti membawa senjata tajam serta melakukan perusakan terhadap satu unit gerobak dan satu sepeda motor milik warga.
“Pelaku membawa senjata tajam yang digunakan untuk merusak satu gerobak dan satu motor. Pelaku mengancam warga sekitar dan korban tidak saling kenal,” terang AKP Bayu Adjie.
AKP Bayu Adjie juga mengungkapkan dugaan bahwa pelaku berada di bawah pengaruh obat-obatan saat kejadian berlangsung. Berdasarkan keterangan pelaku kepada penyidik, ia mengonsumsi obat batuk dalam jumlah berlebihan.
“Sebelum kejadian pelaku meminum obat batuk sebanyak 10 butir yang dicampurkan dengan teh. Akibatnya ia merasa seperti berhalusinasi,” ungkap AKP Bayu Adjie.
Saat ini, pelaku masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut dan ditahan di Satreskrim Polres Bojonegoro guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. (sam)