TUBAN - Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Jalan Prawirosadir, Desa Leran, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban. Mobil tersebut menghantam pasangan suami istri yang tengah berboncengan motor hingga mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 11.45 WIB. Kecelakaan bermula saat mobil Daihatsu Gran Max bernomor polisi B3292 SCL yang dikemudikan oleh Ahmad Ilham Nur (22) melaju dari arah utara ke selatan.
"Semula kendaraan MPP Gran Max berjalan dari utara ke selatan. Saat pandangan tidak bebas, pengemudi berusaha mendahului kendaraan searah di depannya," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Tuban, Iptu Eko Sulistiyono saat dikonfirmasi suarasatu.com . Selasa (14/4).
Nahas, saat sedang menyalip di ruas jalan yang menikung, muncul sepeda motor Honda Supra nopol S 3282 NPG dari arah berlawanan. Motor tersebut dikendarai oleh Rokhmat (66) yang memboncengkan istrinya, Muji Astutik (55). Karena jarak yang sudah terlalu dekat akhirnya tabrakan tidak terhindarkan.
Seorang warga setempat, Rofiudin, menyebutkan bahwa mobil operasional milik dapur Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sendang 2 itu terkesan memaksakan diri saat mendahului kendaraan lain.
“Posisi jalan menikung, mobil MBG memaksa hendak menyalip dua kendaraan di depannya. Korban dari arah selatan sebenarnya sudah berada di pinggir jalan, namun tetap tertabrak dari depan,” tutur Rofiudin di lokasi kepada media.
Benturan keras tersebut mengejutkan warga yang hendak melaksanakan salat dhuhur. Bahkan, suasana sempat memanas karena warga geram dengan kecerobohan sopir.
"Warga sempat emosi, ada yang teriak, sudah tahu jalan menikung kok maksa nyalip. Tapi beruntung bisa diredam perangkat desa," kata warga lain bernama Suli.
Akibat kecelakaan ini, Rokhmat dan Muji Astutik mengalami luka-luka. Muji Astutik dikabarkan menderita luka cukup parah di bagian kaki, sementara suaminya mengalami luka.
"Yang perempuan luka parah di kedua kaki. Suaminya mengalami luka bagian dalam," ungkap Bait, warga yang membantu evakuasi korban.

Kedua korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans Desa Leran menuju Rumah Sakit Graha Husada Singgahan untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Berdasarkan hasil olah TKP sementara, polisi menduga kecelakaan disebabkan oleh kurangnya konsentrasi pengemudi mobil Gran Max saat melintasi jalur pemukiman dengan jalan menikung.
"Diduga pengemudi kendaraan MPP Gran Max tidak konsentrasi saat mengemudi," jelas Iptu Eko S.
Hingga sore hari, kedua kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai barang bukti. Mobil operasional MBG mengalami kerusakan pada bumper depan dan kaca pecah, sementara motor korban ringsek di bagian depan. (ain)