TUBAN - Dunia penerbangan tanah air tengah berduka atas gugurnya Mayor Laut (Purn) Marindra Wibowo dalam insiden kecelakaan helikopter Airbus H130 PK-CFX di Bukit Puntak, Sekadau, Kalimantan Barat. Pilot yang dikenal berdedikasi tinggi tersebut ternyata merupakan putra asli kelahiran Tuban, Jawa Timur.
Almarhum Marindra lahir di Tuban pada 20 Maret 1982 dari pasangan Setiyono dan Prapti Indah. Meski belakangan menetap di Surabaya karena tugas, sosoknya tetap melekat di hati warga Kelurahan Baturetno, Tuban.
Ketua RT setempat, Arifin (62), menuturkan bahwa Marindra menghabiskan masa kecil hingga dewasanya di Bumi Wali sebelum akhirnya meniti karier cemerlang di dunia militer dan penerbangan.
"Ya benar, Mas Marindra warga Baturetno sini, lahir hingga dewasa di Tuban. Tapi memang jarang bertemu karena kesibukan beliau sebagai pilot. Terakhir pulang saat Hari Raya Idul Fitri kemarin," ujar Arifin saat ditemui, Sabtu (18/4/2026).
Prosesi persemayaman jenazah yang berlangsung di Sidoarjo hari ini diselimuti suasana haru. Sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan pengabdiannya, almarhum dimakamkan secara militer. Letkol Laut dr Hadi Priyono yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam.
"Semoga arwah almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan," ucap Letkol Hadi dalam sambutannya.
Marindra meninggalkan seorang istri, Serma APM/W Rena Purnama Dewi, dan tiga orang putra yang masih kecil.
Di mata rekan sejawat, Marindra dikenal sebagai pribadi yang hangat. Rochyani, pilot Wing Air sekaligus kakak tingkat almarhum saat menempuh pendidikan penerbangan di Yogyakarta, mengenangnya sebagai sosok yang asyik dan gemar menolong.
"Orangnya supel, sering membantu. Kalau mau ketemu, beliau yang jemput dan mengajak nongkrong santai sore hari di Puri Surya," kenang Rochyani.

Selama berkarier, Marindra tercatat memiliki segudang prestasi dan pengalaman tugas, termasuk di wilayah Kalimantan. Ia merupakan penerima tanda jasa Satya Lencana Kesetiaan 8 Tahun, Satya Lencana Dharma Nusa, Penghargaan Veteran Perdamaian Republik Indonesia
Helikopter Airbus H-130 yang dipiloti Marindra dilaporkan hilang kontak pada Kamis (16/4) pukul 08.39 WIB saat menempuh rute dari Kabupaten Melawi menuju helipad PT GAN di Sungai Ambawang, Kubu Raya.
Nahas, helikopter tersebut jatuh di pedalaman Kecamatan Nanga Taman, Sekadau. Seluruh kru dan penumpang yang berjumlah delapan orang dinyatakan meninggal dunia. Untuk mengevakuasi para korban dari medan yang sulit, sebanyak 209 personel TNI Angkatan Darat dari Kodam XII/Tanjungpura dikerahkan ke lokasi kejadian. (ain)