BOJONEGORO – Stasiun Bojonegoro mulai dipadati pemudik pada hari kedua masa Angkutan Lebaran 2026. Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya per 12 Maret 2026, tercatat sebanyak 1.230 penumpang melakukan aktivitas di stasiun ini, dengan dominasi penumpang yang turun mencapai 854 orang, sementara 376 lainnya tercatat berangkat. Angka ini diprediksi akan terus bergerak dinamis seiring masih berlangsungnya jadwal keberangkatan kereta hingga malam hari.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat untuk pulang kampung lebih awal terlihat sangat tinggi. Hingga saat ini, sebanyak 14.846 tiket jarak jauh telah terjual untuk keberangkatan periode 11 Maret hingga 1 April 2026. Menariknya, puncak kepadatan justru diproyeksikan terjadi pada 24 Maret 2026, di mana sebanyak 1.315 tiket telah habis dipesan oleh calon penumpang yang menjadikan Stasiun Bojonegoro sebagai akses utama di wilayah pantura Jawa Timur.
Untuk mengakomodasi lonjakan mobilitas tersebut, KAI Daop 8 Surabaya menyiagakan total 34 perjalanan kereta api jarak jauh setiap harinya di Stasiun Bojonegoro, yang terdiri dari 30 perjalanan reguler dan 4 perjalanan tambahan. Mahendro mengimbau masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan melalui kanal resmi seperti aplikasi Access by KAI atau situs kai.id. Jika tiket pada tanggal tertentu sudah habis, pelanggan disarankan untuk memanfaatkan skema connecting train atau perjalanan lanjutan sebagai solusi fleksibel agar tetap bisa mencapai kampung halaman dengan nyaman dan aman selama masa angkutan Lebaran tahun ini.