BOJONEGORO – Gedung RA/MI Bahrul Ulum Deling yang berlokasi di Dusun Dibal, Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, yang kondisinya memprihatinkan tapi masih di gunakan proses belajar mendapat perhatian dari Pemerintah Desa. 

Kepala Desa Deling, Didik Prioman, mengaku sangat prihatin melihat kondisi sarana pendidikan di desanya yang jauh dari kata layak, pemdes sebenarnya sudah mengetahui kondisi bangunan madrasah ibtidaiyah (MI) tersebut dan terus berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan desa.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi gedung MI di Dusun Dibal. Dari desa juga sudah berupaya membantu semampunya,” ujar Didik Prioman saat ditemui suarasatu.com dibalai desa setempat, Rabu (14/1/2026).

Didik juga menjelaskan, bangunan RA/MI Bahrul Ulum Deling berdiri di atas tanah desa dan dibangun secara swadaya oleh masyarakat Dusun Dibal pada belasan tahun lalu.

Pembangunan gedung sekolah itu dilakukan karena jarak sekolah lain cukup jauh dan menyulitkan anak-anak jika harus bersekolah ke luar desa.

“Sekolah ini berdiri di atas tanah desa, dibangun swadaya oleh warga Dusun Dibal. Karena memang jarak sekolah lain lumayan jauh, jadi warga berinisiatif mendirikan sekolah sendiri,” jelas Didik Prioman.

Pihak pemerintah Desa saat ini tidak bisa berbuat banyak karena terbatasnya kondisi keuangan desa. 

"Apalagi saat ini ada pemotongan anggaran dana desa dari pemerintah. Kami sebenarnya telah merencanakan anggaran sebesar Rp150 juta untuk sekolah itu. Tetapi karena keadaan, dan kebijakan pemerintah demikian kami bisa apa?," tandas Kades Didik.

Pemdes Deling Berharap Pemkab Bojonegoro Bantu Bangun Gedung MI Bahrul UlumKepala Desa Deling, Didik Prioman.

Kini Kades Deling menyampaikan bahwa pemerintah desa juga telah memanggil para guru yang mengajar di RA/MI Bahrul Ulum untuk musyawarah dan berupaya mengakomodir harapan dan aspirasi warganya yang menginginkan sarana pendidikan yang layak.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut, pihak desa juga berjanji akan memberi insentif sebagai bentuk dukungan dan apresiasi atas dedikasi para tenaga pendidik yang tetap mengajar di tengah keterbatasan.

“Kami sudah memanggil para guru dan berjanji akan memberikan insentif, meskipun nilainya kecil,” kata Didik Prianom.

Terkait status dan legalitas yayasan sekolah yang saat ini masih dalam proses, Kades yang baru dilantik ini menegaskan bahwa pemdes siap memberikan dukungan dan pendampingan penuh agar kelembagaan sekolah ini bisa segera tertata secara administrasi.

“Soal legalitas yayasan, desa akan mendukung penuh dan siap mendampingi prosesnya,” tegas Didik.

Didik Prianom sangat berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah Bojonegoro maupun pihak lain untuk ikut membantu perbaikan gedung sekolah tersebut.

Pasalnya dengan keterbatasan keuangan desa, mustahil jika hanya mengandalkan anggaran dana desa semata untuk membenahi seluruh kerusakan yang ada saat ini.

“Dengan kondisi keuangan desa yang sangat terbatas, kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah, provinsi, bahkan pihak swasta atau donatur untuk membantu perbaikan gedung sekolah ini agar lebih layak dan nyaman digunakan anak-anak,” ujar Didik.

Ia menegaskan, sekolah Bahrul Ulum Deling memiliki peran penting dalam memberikan akses pendidikan dasar bagi anak-anak di Dusun Dibal. Keterlibatan berbagai pihak sangat dibutuhkan demi keberlangsungan pendidikan dan keselamatan para siswa serta tenaga pendidik.

Seperti diberitakan sebelumnya, RA–MI Bahrul Ulum Deling yang berdiri sejak 2014 saat ini melayani 48 siswa dengan lima tenaga pendidik. Aktivitas belajar mengajar dilakukan di gedung berlantai tanah dengan dinding kalsiboard yang berlubang serta atap esbes yang sudah lapuk dan bocor, serta kondisi meja dan kursi belajar yang banyak rusak dimakan rayap. Meski demikian, sekolah tetap menjadi tumpuan pendidikan dasar bagi warga setempat. (sam)