BOJONEGORO – Proyek pembangunan trotoar dan drainase di pusat Kota Bojonegoro kini berdampak langsung pada layanan publik, khususnya distribusi air bersih. Pekerjaan menggunakan alat berat di sejumlah ruas jalan membuat jaringan pipa utama milik Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Buana ikut terdampak, sehingga suplai air di wilayah perkotaan sempat terhenti.

Direktur PDAM Tirta Buana Bojonegoro, M Khoirul Anwar, menyebut gangguan layanan ini tidak lepas dari proses penggalian proyek yang bersinggungan dengan jalur pipa. Sedikitnya tujuh kilometer pipa berdiameter 6 dim mengalami kerusakan di titik-titik pembangunan.

“Sebenarnya tahun ini tidak terlalu banyak (kerusakan) dibanding tahun sebelumnya, tapi dampaknya besar karena pipa besar berukuran 6 dim yang rusak,” ujar Khoirul Anwar.

Menurutnya, PDAM mengerahkan tim untuk mengawal setiap tahapan pengerjaan proyek agar perbaikan bisa dilakukan segera setelah penggalian rampung. Hal ini penting untuk mencegah pipa rusak ulang akibat aktivitas alat berat.

“Tim kami selalu mengawal proses pengerjaan, jadi setelah selesai penggalian kita langsung ganti pipa yang rusak,” terangnya.

Sambil menunggu penggalian benar-benar selesai di titik tertentu, distribusi air kepada pelanggan terpaksa dihentikan sementara. PDAM pun telah mengimbau warga agar menampung air saat suplai masih normal.

“Agak repot ketika pelanggan tidak punya tandon, jadi harus melakukan droping air bersih. Droping ini bisa sampai malam,” jelas Khoirul Anwar.

Sejumlah ruas jalan yang menjadi lokasi proyek tercatat mengalami dampak paling signifikan. Di Jalan Jaksa Agung Suprapto, kerusakan mencapai 2,3 kilometer dengan 174 meter yang telah diganti. Di Jalan Pattimura, kerusakan sepanjang 1,15 kilometer dan 48 meter sudah diperbaiki. Sementara Jalan WR Supratman mencatat kerusakan 960 meter dan sekitar 200 meter telah diganti.

Adapun tiga titik lain yakni, Jalan Sawunggaling, Jalan Panglima Polim, dan Jalan AKBP M Soeroko, masih menunggu pemasangan pipa baru. Di AKBP M Soeroko sendiri, panjang pipa rusak mencapai 450 meter.

Dari data LPSE Bojonegoro, proyek saluran drainase dan pemasangan U-Ditch yang tengah berlangsung ini menelan anggaran Rp50,8 miliar dan dikerjakan di sembilan ruas jalan kota. Proyek tersebut ditujukan untuk peningkatan infrastruktur, namun dalam pelaksanaannya ikut mempengaruhi kelancaran layanan air bersih. (hil/sam)