BOJONEGORO – Polisi dari Unit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas beruntun yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor di Jalan raya jurusan Sumberejo–Kanor, tepatnya di Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (3/1/2026) sekitar pukul 11.35 WIB.
Dalam peristiwa tersebut, satu unit sepeda motor Yamaha Vixion bernomor polisi D 2057 UK yang dikendarai W (26), warga Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, terlibat kecelakaan dengan dua mobil, yakni Honda BR-V bernomor polisi S-1648-BW yang dikemudikan M (35), warga Desa Talun Kecamatan Sumberejo, serta Mitsubishi Pajero bernomor polisi S-1465-AJ yang dikemudikan AA (55), warga Desa Pekuwon Kecamatan Sumberejo.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Bojonegoro, Ipda Septian Nur Pratama, mengatakan petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian usai menerima laporan dari warga untuk mengamankan TKP, melakukan olah TKP, serta mengumpulkan keterangan sejumlah saksi.
“Petugas kami langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut,” ujar Ipda Septian kepada suarasatu.com, Sabtu (3/1/2026).
Berdasarkan hasil olah TKP sementara, kecelakaan bermula saat mobil Honda BR-V melaju dari arah selatan ke utara. Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut berbelok ke kanan untuk masuk ke area Masjid Walisongo. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju sepeda motor Yamaha Vixion dengan kecepatan tinggi.
“Karena jarak sudah terlalu dekat dan pengendara sepeda motor diduga tidak menguasai kendaraannya, sepeda motor tersebut menyenggol bagian bodi belakang kiri mobil Honda BR-V,” jelasnya.
Akibat senggolan tersebut, pengendara sepeda motor terjatuh ke arah kanan jalan dan tertabrak mobil Mitsubishi Pajero yang melaju searah di belakang mobil Honda BR-V. Benturan keras menyebabkan pengendara sepeda motor mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Salah satu warga setempat, Mbah To, menuturkan kecelakaan terjadi saat warga sekitar tengah melaksanakan sholat Dhuhur di masjid. Suara benturan keras terdengar hingga ke dalam masjid dan membuat jamaah kaget.
“Pas warga sholat Dhuhur rakaat pertama terdengar suara benturan keras. Setelah sholat saya keluar, korban sudah tergeletak di tengah jalan dalam kondisi bersimbah darah,” ungkap Mbah To.
Petugas kepolisian bersama warga kemudian mengevakuasi korban ke rumah sakit di Bojonegoro untuk dilakukan visum. Sementara itu, seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan sebagai barang bukti guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
“Dugaan sementara, pengendara sepeda motor melaju dengan kecepatan tinggi dan kurang hati-hati. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan,” pungkas Ipda Septian.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan beruntun tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha Vixion dengan dua mobil, yakni Honda BR-V dan Mitsubishi Pajero. Peristiwa terjadi saat warga sekitar tengah melaksanakan sholat Dhuhur di Masjid Walisongo dan mengakibatkan pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah di bagian kepala. (ar/sam)