BOJONEGORO - Dies Natalis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) ke 72, puluhan kader GMNI Bojonegoro melakukan aksi nyata bagi lingkungan. Mereka menggelar aksi tanam pohon di kawasan wisata Bukit Cinta, Negeri Atas Angin, Desa Deling, Kecamatan Sekar, Bojonegoro, Sabtu (11/04/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh DPK GMNI Ekonomika Universitas Bojonegoro bersama DPC GMNI Bojonegoro ini mengusung tema "Marhaenis Peduli, Alam Lestari". Puluhan bibit pohon penghijauan dan buah-buahan ditanam di area perbukitan tersebut guna menjaga ekosistem sekaligus mempercantik destinasi wisata andalan Bojonegoro.
Ketua DPC GMNI Bojonegoro,Jafar Gunawan, dalam arahannya menekankan bahwa menjaga alam adalah bagian tak terpisahkan dari tugas kerakyatan. Ia meminta para kader memiliki disiplin progresif dalam menjaga ruang hidup masyarakat.
"Kader GMNI harus memiliki disiplin progresif dan militansi yang tinggi. Tugas kerakyatan kita tidak hanya soal advokasi sosial, tetapi juga menjaga alam sebagai ruang hidup rakyat. Aksi tanam pohon ini adalah wujud nyata dari tanggung jawab tersebut," tegas Jafar.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPK GMNI Ekonomika Universitas Bojonegoro, Kamelia Eka Agustin, menegaskan bahwa aksi ini merupakan manifestasi keberpihakan mahasiswa terhadap isu ekologi. Baginya, setiap bibit yang ditanam adalah simbol perjuangan.
"Di ambang 72 tahun GMNI, kita tidak hanya menanam bibit, tapi juga menanam keberpihakan. Dari Negeri Atas Angin, biarkan setiap tunas menceritakan tentang perjuangan kaum Marhaen yang tak pernah padam," ujar Kamelia.
Aksi hijau ini berhasil terlaksana berkat sinergi berbagai pihak, di antaranya Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Bojonegoro, UKM Argopala, Pemerintah Desa Deling serta Pengelola Bukit Cinta.
Kegiatan ini juga menjadi ajang konsolidasi bagi seluruh kader DPK di lingkup Bojonegoro. Dengan semangat gotong royong, para kader terlibat aktif mulai dari distribusi bibit hingga proses penanaman di lapangan.
Melalui penanaman di Bukit Cinta ini, GMNI Bojonegoro berharap tunas-tunas yang ditanam hari ini akan tumbuh menjadi saksi bisu perjalanan panjang organisasi dalam menjaga bumi dan membela hak-hak rakyat Indonesia. (ain)