BOJONEGORO – Pembangunan sejumlah ruas trotoar di kawasan Kota Bojonegoro yang dikerjakan pada tahun anggaran 2025 hingga kini belum seluruhnya rampung. Memasuki awal tahun 2026, progres pekerjaan di beberapa titik masih terlihat belum selesai dan menyisakan pekerjaan lanjutan.
Berdasarkan data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Bojonegoro, terdapat sedikitnya sembilan paket proyek pembangunan trotoar dengan total nilai kontrak mencapai Rp 50,8 miliar. Proyek-proyek tersebut dikerjakan oleh sejumlah kontraktor dari dalam dan luar daerah.
Adapun rincian proyek trotoar tersebut antara lain, trotoar Jalan AKBP M Soeroko sisi timur, dikerjakan oleh PT Bumi Aceh Citra Persada asal Aceh dengan nilai kontrak Rp 3,37 miliar. Trotoar Jalan AKBP M Soeroko sisi barat, dikerjakan PT Indokon Raya asal Sidoarjo dengan nilai kontrak Rp 2,38 miliar. Trotoar Jalan Sawunggaling sisi barat, dikerjakan CV Mustika Raya asal Surabaya dengan nilai kontrak Rp 6,42 miliar. Trotoar Jalan Panglima Polim, dikerjakan CV Aisyah 27 asal Bojonegoro dengan nilai kontrak Rp 9,8 miliar. Trotoar Jalan KH Mansyur, juga dikerjakan CV Aisyah 27 asal Bojonegoro dengan nilai kontrak Rp 740,9 juta. Trotoar Jalan WR Supratman sisi barat, dikerjakan CV Haidar Putra asal Bojonegoro dengan nilai kontrak Rp 6,41 miliar. Trotoar Jalan JA Suprapto sisi selatan, dikerjakan CV Mustika Karya asal Surabaya dengan nilai kontrak Rp 11,34 miliar. Trotoar Jalan Lettu Suwolo sisi barat, dengan nilai kontrak Rp 7,97 miliar. Trotoar Jalan Pattimura, dikerjakan PT Jaya Semanggi Enjiniring asal Surabaya dengan nilai kontrak Rp 4,8 miliar.
Pantauan suarasatu.com di lapangan menunjukkan dua lokasi pengerjaan trotoar sudah selesai, meliputi Jalan WR Supratman dan Jalan KH Masyur, sementara ruas pekerjaan trotoar lainnya masih belum sepenuhnya selesai. Masih tampak material proyek, pekerjaan perapian, serta beberapa segmen trotoar yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pejalan kaki.
Kondisi tersebut turut mendapat sorotan dari warga. Eko, salah seorang warga Kota Bojonegoro, menyebut dampak pembangunan trotoar sebelumnya sempat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
“Waktu pengerjaan kemarin, aliran air PDAM sempat terganggu selama beberapa hari. Air tidak mengalir lancar, meskipun sekarang sudah normal kembali,” ujar Eko, Kamis (8/1/2026) sore.
Meski demikian, ia berharap pelaksanaan proyek ke depan bisa lebih tertib dan memperhatikan utilitas publik yang ada di bawah tanah agar tidak menimbulkan gangguan serupa.
“Kalau memang proyeknya besar, seharusnya perencanaannya matang. Jangan sampai masyarakat dirugikan, meskipun sementara,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro (DPKP Bojonegoro) mengenai penyebab belum rampungnya sejumlah proyek tersebut, termasuk apakah terdapat perpanjangan waktu pekerjaan, sanksi keterlambatan, atau mekanisme penyelesaian lanjutan pada tahun anggaran berikutnya.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro diharapkan segera memberikan penjelasan terbuka terkait progres dan kepastian penyelesaian proyek-proyek trotoar tersebut, agar manfaat pembangunan benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat. (sam)