BOJONEGORO – Proyek rigid jalan beton senilai Rp2,7 miliar yang bersumber dari dana APBD 2025 melalui Bantuan Khusus Keuangan Desa (BKKD) Desa Klino, Kecamatan Sekar, akhirnya disidak langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, Selasa siang (31/3/2026).

​Langkah ini diambil setelah pembangunan jalan tersebut viral dan mendapat sorotan tajam dari masyarakat karena kondisi beton yang retak meskipun progres pengerjaan belum tuntas.

​Dalam sidak tersebut, Wabup Nurul didampingi oleh Kepala Dinas PU Bina Marga, Ir. Chusaifi Ivan R., dan Inspektur Inspektorat, Achmad Gunawan. Hadir pula Kepala Desa Klino, Dwi Nurjayanti, bersama Tim Pelaksana (Timlak).

​Nurul Azizah menegaskan bahwa kehadiran jajaran Pemkab di lapangan merupakan perintah langsung dari Bupati untuk mengawal aspirasi warga dan merespons keluhan yang viral di media sosial.

"Menindaklanjuti arahan Bapak Bupati terkait informasi viral pembangunan jalan di Desa Klino, kami hadir bersama Inspektur dan Kepala Dinas PU Bina Marga. Tujuannya memastikan proses berjalan sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis yang berlaku," tegas Nurul Azizah.

​Di lokasi proyek, Wabup Nurul memberikan peringatan keras kepada tim pelaksana proyek dan Pemdes Klino agar tidak main-main dengan kualitas bangunan.

​"Jika kualitas tidak sesuai dan waktu pengerjaan melampaui batas, konsekuensinya jelas pengembalian dana ke kas daerah," ucap Wabup Nurul dalam video sidaknya.

​Kepala Dinas PU Bina Marga, Chusaifi Ivan, menjelaskan bahwa retakan yang terjadi menjadi catatan serius dalam evaluasi teknis. Ia menginstruksikan pelaksana untuk melakukan pemeliharaan ekstra guna menjaga stabilitas suhu beton.

​"Harus tetap dilakukan perawatan (curing) agar suhu beton stabil dan tidak terjadi retakan lebih dalam. Kami instruksikan perbaikan pada bagian yang retak agar kembali normal sesuai spesifikasi," jelas Chusaifi Ivan kepada suarasatu.com, Rabu (1/4/2026).

​Sementara itu, Inspektorat Kabupaten Bojonegoro membeberkan fakta terbaru terkait progres fisik di lapangan pasca viralnya video tersebut.

"Telah ada perbaikan pada titik yang retak dan penambahan panjang jalan sekitar 60 meter," tegas Achmad Gunawan kepada suarasatu.com.

​Inspektur Achmad Gunawan mengungkapkan bahwa berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB), proyek ini memiliki panjang 1.100 meter dengan lebar variatif antara 3,5 meter hingga 4 meter.

"Berdasarkan RAB, progres fisik di lapangan saat ini baru mencapai sekitar 50 persen lebih," pungkasnya.

Pihak Inspektorat menegaskan akan terus memantau jalannya proyek hingga masa pengerjaan berakhir.

Pemkab Bojonegoro juga mengimbau warga Desa Klino untuk terus aktif melakukan pengawasan partisipatif agar pembangunan infrastruktur ini dapat dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang tanpa mengurangi standar keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

(ain)