BOJONEGORO – Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Bojonegoro,persisnya di jalur Nasional Bojonegoro - Babat, sempat mengalami kekosongan stok solar subsidi pada Senin (16/2/2026).

Kondisi ini memicu keluhan dari para pengendara, terutama sopir angkutan barang yang sangat bergantung pada bahan bakar tersebut. Agus (45) seorang sopir truk asal Kecamatan Kapas, mengungkapkan kesulitannya dalam mendapatkan solar sejak siang hari. Ia mengaku telah menyambangi sedikitnya tiga SPBU berbeda di sepanjang jalur Bojonegoro, namun hasilnya nihil.

​"Saya sudah keliling kurang lebih tiga SPBU, tapi semuanya kosong. Tadi siang di salah satu SPBU yang masih ada stok pun antreannya sangat panjang," ujar Agus kepada suarasatu.com. Senin (16/2/2026).

​Ia berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengatasi masalah ini karena sangat menghambat produktivitas operasional angkutan barang. Selain itu tak sedikit kendaraan pribadi juga yang mengeluh dan harus beralih ke solar non subsidi agar tidak kehabisan BBM d tengah jalan.

​Menanggapi situasi tersebut, Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, membenarkan terjadinya kekosongan di beberapa titik.

Namun, ia menegaskan bahwa hal ini bukan disebabkan oleh kelangkaan stok secara nasional, melainkan masalah teknis logistik, yakni jadwal pengiriman dari depo.

​Ahad juga menuturkan stok solar subsidi sedang dalam proses distribusi menuju SPBU yang terdampak.

​"SPBU di beberapa titik yang sempat kosong saat ini sudah dan sedang dalam proses pengiriman," jelas Ahad saat dikonfirmasi suarasatu.com Senin (16/2/2026).

Pertamina berkomitmen untuk terus memantau distribusi agar kebutuhan masyarakat, khususnya para pelaku jasa transportasi, dapat kembali normal dalam waktu dekat.(ar/sam)