BOJONEGORO – Berada jauh dari hiruk-pikuk pusat kota, Taman Galeri Bengawan yang terletak di Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro kini kondisinya memprihatinkan. Destinasi yang diharapkan menjadi pusat edukasi dan wisata baru di pinggiran sungai Bengawan Solo ini terpantau sepi pengunjung dan minim aktivitas.

Pantauan suarasatu.com di lokasi, suasana di taman tersebut tampak lengang. Hanya terlihat beberapa warga setempat yang sesekali melintas, sementara fasilitas galeri yang ada di dalamnya lebih banyak tertutup dan tidak menunjukkan adanya kegiatan seni maupun pameran yang berkelanjutan.

Seorang pengunjung dari Kecamatan Sumberjo Arif mengucapkan, meski menawarkan konsep yang unik, letaknya yang berada di wilayah Kecamatan Trucuk diduga menjadi salah satu penyebab minimnya animo masyarakat. Jarak tempuh serta kurangnya promosi yang masif membuat banyak warga luar kecamatan belum melirik taman ini sebagai destinasi utama di akhir pekan.

"Tempatnya sebenarnya bagus untuk santai, tapi memang sepi sekali. Kalau tidak ada acara khusus, saya tidak kesini mengingat tempatnya jauh dari pusat perkotaan" ungkap Arif, Kamis (15/1/2026).

Petugas loket Sutiono mengatakan, berbeda dengan agenda besar perayaan Natal 2025 ada seribu pengunjung sedangkan awal Januari sampai saat ini hanya sepuluh pengunjung.

"Saat ini sepi hanya sepuluh pengunjung, dibandingkan jauh di bulan Desember 2025 sekitar seribu pengunjung," ujar Sutiono.

Taman Galeri yang sejatinya dibangun untuk mewadahi karya seniman lokal dan produk UMKM ini dinilai belum berfungsi optimal. Fasilitas yang sudah tersedia seolah mati suri karena jarang digunakan untuk agenda publik seperti pameran seni, pertunjukan budaya, atau pasar rakyat yang bisa memancing kedatangan massa.

Sutiono menambahkan, selama ini pihaknya hanya melakukan penjagaan dan kebersihan, ia berharap ada inovasi dari Pemkab Bojonegoro khususnya Dinas Pariwosata agar aset daerah ini tidak terbuang percuma.

"Untuk menghidupkan kembali Taman Galeri Bengawan ini, kita menanti Dinas Pariwisata segera melakukan evaluasi. Kolaborasi dengan komunitas kreatif atau sekolah-sekolah di wilayah Trucuk dan sekitarnya agar taman ini tidak sekadar menjadi deretan bangunan kosong," tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada agenda besar yang terencana untuk meramaikan lokasi tersebut dalam waktu dekat. (hil/sam)