BOJONEGORO – Mengubah halaman rumah menjadi sumber protein hingga memburu kasus stunting sampai ke nol menjadi fokus utama Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bojonegoro. Mengabaikan medan perbukitan, Ketua TP PKK Bojonegoro Cantika Wahono turun langsung ke Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, untuk memantau program ketahanan pangan keluarga hingga menyisir sisa kasus anak stunting.

​Dalam kunjungannya pada Rabu (24/6), Cantika tidak hanya memeriksa urusan administratif, melainkan menyambangi langsung fasilitas publik warga. Mulai dari berinteraksi dengan anak-anak PAUD, meninjau Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), mendampingi penanganan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), hingga melihat progres Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri).

​Cantika menegaskan ada tiga pilar utama yang disasar dalam gerakan kali ini demi menyentuh aspek kehidupan mendasar masyarakat di pelosok Bojonegoro.

​"Yakni pengembangan program Gayatri, mitigasi stunting secara komprehensif, serta pembentukan kawasan pemukiman yang terbebas dari asap rokok," ujar Cantika Wahono dalam sambutannya di Wonocolo.

​Terkait program Gayatri, Cantika mengapresiasi warga setempat yang telah merasakan manfaat stimulus dari Pemkab Bojonegoro tersebut. Melalui PKK, program ini diarahkan agar masyarakat bisa memanfaatkan pekarangan rumah menjadi sumber pangan mandiri yang bernilai ekonomi.

​"Kami mendorong tiap-tiap keluarga untuk membudidayakan antara 5 hingga 10 ekor ayam petelur. Hasil produksi telur harian ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi harian, sekaligus menjadi fondasi kuat dalam menjaga ketahanan pangan dan kestabilan gizi internal keluarga," tutur Cantika.

​Selain ketahanan pangan, perhatian serius tertuju pada peta sebaran stunting di Desa Wonocolo yang saat ini menyisakan satu anak asuh. Cantika langsung meminta seluruh kader PKK merapatkan barisan agar angka tersebut segera tuntas dan tidak ada penambahan kasus baru.

​"Satu kasus yang ada wajib kita tuntaskan bersama melalui penanganan yang tepat, dan pertahanan terbaik adalah memastikan tidak ada lagi kasus baru yang muncul," tegasnya.

​Langkah mitigasi ini, lanjut dia, harus dimulai dari disiplin skrining kesehatan secara berkala bagi kelompok rentan. Mulai dari remaja putri, ibu hamil, ibu menyusui, hingga keluarga yang memiliki anak balita.

​Di sisi lain, PKK Bojonegoro juga menyuarakan kampanye kawasan bebas rokok di tingkat rumah tangga. Cantika mengetuk kesadaran para kader untuk melindungi kelompok rentan dari kepulan asap yang mengancam kesehatan keluarga.

​"Risiko kesehatan dari paparan asap rokok ini sangat tinggi bagi anggota keluarga, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, warga lansia, maupun anak-anak balita. Oleh sebab itu, saya mengetuk kesadaran para kader sekalian untuk tampil sebagai garda terdepan di lingkungan masing-masing, memastikan rumah tinggal kita menjadi tempat bernaung yang aman, higienis, dan sehat bagi seluruh penghuninya," pungkas Cantika.