BOJONEGORO - Ratusan penembak jitu dari berbagai provinsi Adu ketangkasan di Lapangan Sekolah Model Terpadu (SMT) Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Bojonegoro. Mereka tengah bersaing ketat dalam ajang bergengsi Kejuaraan Menembak Perbakin Bojonegoro 2026 yang digelar selama dua hari.
Turnamen yang baru pertama kali diadakan di Bumi Angling Dharma ini bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan panggung unjuk gigi bagi generasi muda sekaligus mesin pemburu atlet berprestasi untuk diproyeksikan ke tingkat nasional hingga internasional.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Hari Prast, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa. Tercatat ada sekitar 140 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat yang turun mendominasi lapangan.
"Saat ini tercatat ada sekitar 140 peserta yang ikut dalam kejuaraan menembak Perbakin Bojonegoro 2026," ujar Hari Prast di sela-sela kegiatan, Sabtu (27/6/2026).
Hari menjelaskan, kejuaraan ini mempertandingkan berbagai kategori yang dibagi dalam tiga kelas utama. Untuk kelas prestasi, ada kategori WRABF HR 25 meter senior, WRABF HR 25 meter junior, dan IMMSU 18–41 meter. Sementara untuk kategori open, panitia membuka kelas Benchrest 25 meter dan 3 position PCP.
Tak kalah seru, kategori fun game juga dihadirkan untuk memeriahkan suasana, yang meliputi kelas Benchrest extreme 50–70 meter dan 3 position 18 pompa spring visir.
Menurut Hari, ajang ini menjadi angin segar bagi anak muda di Bojonegoro untuk menyalurkan minat dan bakat mereka di jalur yang tepat dan legal. Apalagi, Bojonegoro memiliki rekam jejak yang cukup mentereng di cabang olahraga menembak pada ajang regional sebelumnya.
"Dari tiga klub menembak yang ada di Kabupaten Bojonegoro, pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun lalu, Bojonegoro sudah berhasil memboyong medali emas," tegas Hari.
Suksesnya gelaran perdana ini tidak lepas dari sinergi kuat antarinstansi. Pengurus Kabupaten (Pengkab) Perbakin Bojonegoro pun melayangkan apresiasi tinggi kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) atas dukungan penuh yang telah diberikan.
Ke depan, Perbakin berharap kompetisi menembak seperti ini tidak berhenti sampai di sini saja, melainkan bisa bertransformasi menjadi agenda tahunan yang rutin diselenggarakan demi menjaga api regenerasi atlet.
"Semoga kejuaraan Perbakin menembak kali ini bisa bermanfaat khususnya bagi generasi muda berbakat dan berprestasi," pungkas Hari. (hil)