BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menindaklanjuti kejadian kegaduhan pada pelaksanaan Olimpiade Matematika tingkat SD/MI yang digelar pada gedung serbaguna. Minggu (7/12/2025). 

Pertemuan bersama steakholder terkait untuk mendengarkan klarifikasi pihak penyelenggara yakni Saryta Management, digelar secara terbuka di Gedung Angling Dharma, pemkab Bojonegoro untuk meminta pertanggungjawaban.  

Pertemuan dipimpin Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, serta dihadiri Asisten I Djoko Lukito, Kepala Dinas Pendidikan Anwar Mukhtadho beserta staf, perwakilan Kemenag, Kapolsek Bojonegoro dan jajaran, serta Ita Puspitasari, ketua panitia dari Saryta Management yang didampingi dua orang penasehat hukum.

Dalam kesempatan itu, Wabup Nurul menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam melihat keresahan masyarakat. Ia menuntut panitia bertanggung jawab penuh, terutama terkait pengembalian biaya pendaftaran.

“Kami memberikan batas waktu dua minggu kepada panitia untuk mengembalikan seluruh uang peserta. Tidak boleh ada satu pun yang dirugikan,” tegas Wabup Nurul.

Ia menambahkan bahwa kegiatan yang melibatkan anak-anak harus dilaksanakan secara profesional. Kegagalan teknis dan manajerial yang menyebabkan kericuhan tidak dapat ditoleransi.

Pemkab Bojonegoro menegaskan akan terus mengawal proses tersebut hingga seluruh dana dikembalikan. Wabup meminta panitia menyampaikan daftar nama penerima refund secara jelas dan terbuka.

“Dua minggu adalah batas waktu maksimal. Kami minta panitia bekerja cepat, tertib, dan transparan,” pungkas Wabup Nurul.

Sementara itu, ketua panitia Ita Puspitasari menyampaikan bahwa pihaknya telah mulai melakukan pengembalian uang kepada peserta.

“Sampai hari ini panitia sudah mengembalikan sekitar sepuluh juta rupiah kepada peserta. Saat ini kami sedang melakukan pendataan ulang agar seluruh peserta yang terdaftar bisa dipastikan menerima haknya,” jelasnya.

Ita Puspitasari memberikan keterangan bahwa semua data yang dimiliki panitia hilang dijarah orang tak dikenal. “Semua data peserta hilang, tak hanya data, semua barang-barang milik panitia hilang dijarah orang,” terang Ita.

Meski demikian, dirinya memastikan akan tetap mengembalikan uang pendaftaran yang telah dibayar para peserta. “Sambil menunggu koordinasi dari guru di masing-masing lembaga/sekolahan”.

Bahkan, secara terang-terangan dia akan membayar semua pengajuan dari masing-masing guru dan dari lembaga yang melaporkan data peserta. “Ini sudah konsekuensi, dan kami siap mengembalikan berapapun data yang diajukan guru,” katanya.

“Kami mengembalikan uang dengan cara mencocokan data. Dari data yang dikirim oleh guru kemudian saya cocokan dengan data yang ada di kami,” jelas Ita Puspitasari

“Saya bersedia mengembalikan uang peserta paling lama 2 Minggu,” tutupnya

Sebagai informasi, Olimpiade Matematika tingkat SD/MI se-Kabupaten Bojonegoro yang digelar di Gedung Serbaguna, Ledok Wetan, Minggu pagi (7/12/2025), berujung ricuh. Kericuhan dipicu kepanikan peserta yang jumlahnya ribuan keluar bersamaan melalui pintu utama gedung. Kepanikan bertambah saat anak-anak mulai menangis karena tak kunjung bertemu dengan orang tua atau keluarga mereka. (hil/sam)