BOJONEGORO - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari pertama masuk sekolah di bulan Ramadan 1447 Hijriah menuai keluhan dari sejumlah wali murid di Kabupaten Bojonegoro.
Keluhan ramai diperbincangkan di media sosial dan grup percakapan orang tua siswa. Para wali murid menilai menu yang diterima anak-anak mereka belum sesuai dengan harapan, terutama karena dibagikan pada momentum awal Ramadan.
Di Kecamatan Kota Bojonegoro, keluhan disampaikan oleh salah satu wali murid, Luluk. Ia menilai menu MBG yang diterima anaknya pada hari pertama sekolah di bulan puasa perlu dievaluasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan gizi siswa.
“Ini hari pertama sekolah di bulan Ramadan. Saya berharap menunya lebih diperhatikan. Anak-anak memang puasa, tapi tetap butuh asupan yang baik untuk berbuka,” ujar Luluk.
Menurutnya, paket MBG yang diterima berisi roti kemasan, telur puyuh, serta dua buah rambutan. Ia berharap ada peningkatan kualitas dan variasi menu agar benar-benar mencerminkan program makan bergizi.
Sementara itu di Kecamatan Temayang, keluhan serupa disampaikan oleh wali murid bernama Henny Pujia Ningsih. Ia menyoroti paket MBG yang diterima untuk jatah tiga hari, yakni 3 butir telur, 1 buah pir, dan 1 porsi bubur ubi ungu.
“Itu untuk tiga hari. Kami hanya ingin kejelasan, apakah sudah sesuai dengan anggaran Rp15.000 per hari. Kalau memang sudah sesuai, tolong dijelaskan supaya kami para wali murid paham,” kata Henny.
Ia menegaskan, para orang tua pada dasarnya mendukung program MBG karena bertujuan meningkatkan gizi anak. Namun, transparansi terkait standar menu, perhitungan anggaran, serta mekanisme pembagian, apakah harian atau dirapel, dinilai penting agar tidak menimbulkan pertanyaan di masyarakat.
Menanggapi keluhan tersebut, Koordinator SPPG Kabupaten Bojonegoro, Tomi Mandala Putra, saat dikonfirmasi suarasatu.com menyatakan bahwa menu yang beredar tersebut memang tidak sesuai dengan standar yang seharusnya.
“Tidak sesuai, Pak,” ujar Tomi melalui pesan singkat.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas menu MBG yang dinilai belum memenuhi mutu gizi sebagaimana mestinya.
“Pertama kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat apabila dalam pelayanan MBG ada menu yang dinilai tidak sesuai mutu gizi yang diterima,” tambahnya.
Tomi menegaskan, ke depan pihaknya akan melakukan perbaikan, khususnya untuk menu MBG selama bulan Ramadan, dengan pengawasan mutu gizi yang lebih ketat sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Ke depan dan seterusnya untuk menu MBG pada bulan Ramadan akan kami lakukan perbaikan yang lebih baik dengan pengawasan mutu gizi sesuai standar yang ada,” tegasnya.(sam)