BOJONEGORO – Fenomena kelangkaan gas LPG 3 kg atau elpiji melon di Kabupaten Bojonegoro memicu aksi antrean panjang warga di titik pangkalan sejak Selasa (17/3/2026).
Di Desa Talok, Kecamatan Kalitidu, warga bahkan rela berderet duduk bersama tabung kosong mereka sejak pagi hari demi memastikan dapur tetap mengepul menjelang Hari Raya Idulfitri. Kondisi ini diperparah dengan harga di tingkat pengecer yang dilaporkan sempat melambung hingga menyentuh angka Rp25.000 per tabung akibat sulitnya stok di pasaran.
Perjuangan berat dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti yang dialami Suyanto. Ia mengaku terpaksa meninggalkan pekerjaannya demi mengantre selama satu jam di pangkalan. Senada dengan itu, Siti Aminah harus berkeliling ke berbagai lokasi sebelum akhirnya menemukan pangkalan yang masih memiliki stok. Di Kecamatan Kapas, warga bahkan terpantau menggunakan sepeda untuk menyisir toko-toko demi mencari satu tabung gas. Guna menjaga pemerataan di tengah keterbatasan, pihak pangkalan di Desa Talok terpaksa menerapkan kebijakan pembatasan pembelian maksimal satu tabung per orang.
Bahkan hingga rabu (18/3/2026), warga Bojonegoro masih merasakan kesulitan membeli gas lpg melon. Tak sedikit masyarakat yang sudah keluar masuk toko tidak mendapatkan barang yang dicari.
" Di kota saja sulit cari elpiji melon, nggak tahu sampai kapan ini terjadi", jelas Agus.
Menanggapi situasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus langsung bergerak cepat dengan melakukan pengecekan lapangan bersama Dinas Perdagangan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan aparat penegak hukum pada Selasa malam. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah strategis untuk meredam lonjakan permintaan selama Maret 2026 ini.
Ahad menegaskan bahwa Pertamina secara rutin menyalurkan LPG 3 kilogram sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah dan terus melakukan pemantauan berkala. Sebagai langkah normalisasi, Pertamina menyalurkan tambahan pasokan atau extra dropping sebesar 8 persen, yang setara dengan 90.487 tabung LPG 3 kg untuk wilayah Jawa Timur. Penambahan ini diharapkan dapat mempercepat suplai dan menstabilkan ketersediaan energi bersubsidi bagi rumah tangga kurang mampu.
Kini, masyarakat Bojonegoro sangat berharap agar penguatan koordinasi lintas instansi dan tambahan pasokan tersebut dapat segera mengakhiri drama antrean panjang. Dengan distribusi yang kembali lancar, warga diharapkan tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan gas elpiji menjelang lebaran.