BOJONEGORO – Video aksi sejumlah warga Dusun Blandongan, Desa Pragelan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, yang menanam pohon pisang di jalan rusak viral di media sosial. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk ungkapan kekecewaan warga terhadap kondisi jalan yang dinilai tak kunjung mendapat perhatian.
Dalam video yang beredar, warga terlihat menanam pohon pisang di tengah jalan yang rusak parah. Video itu disertai caption bernada sindiran yang menyebut warga sedang “belajar berkebun” dengan memanfaatkan lahan yang tidak diurus oleh Pemerintah Desa (Pemdes).
Menanggapi hal tersebut, Camat Gondang Wiyanto membenarkan bahwa Desa Pragelan memang masih menghadapi persoalan serius terkait infrastruktur jalan. Ia mengakui kondisi geografis dan jumlah dusun yang cukup banyak menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan.
“Memang Desa Pragelan mempunyai banyak PR terkait infrastruktur jalan. Jumlah dusunnya banyak dan letaknya terpencil-pencar, sehingga anggaran dari desa tidak bisa meng-cover semuanya sekaligus,” kata Wiyanto saat dikonfirmasi suarasatu.com, Sabtu (24/1/2026).
Namun demikian, Wiyanto menjelaskan bahwa upaya pembangunan tetap dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan skala prioritas. Sejumlah ruas jalan di wilayah tersebut telah mendapatkan penanganan dari pemerintah daerah.
“Secara prioritas sudah ada pembangunan yang dilaksanakan oleh pemda, seperti jalan Dusun Randupitu ke Deling yang sudah selesai. Kemudian pembangunan jalan Dusun Tretes juga sudah masuk proses pelaksanaan melalui anggaran BKD,” jelasnya.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur di Desa Pragelan dilakukan secara bergilir dengan perencanaan dan tata kelola keuangan yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran.
“Jadi pembangunan jalan itu pasti ada, hanya memang dilakukan bertahap, bergilir, dan berdasarkan prioritas serta perencanaan keuangan yang benar,” imbuhnya.
Wiyanto juga menambahkan bahwa Pemerintah Desa Pragelan telah berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan pembangunan desa melalui berbagai skema yang tersedia.
Sementara itu, Kepala Desa Pragelan, Rumiyati, saat dikonfirmasi suarasatu.com terkait aksi warga tersebut, hingga berita ini ditayangkan belum memberikan tanggapan. (sam)