BOJONEGORO – Keluhan mengenai air PDAM yang tidak mengalir menjadi aspirasi paling banyak disampaikan warga dalam Reses Masa Sidang 3 Tahun 2025 di wilayah Kota Bojonegoro. Warga menilai sejak adanya pembangunan jalan dan trotoar di beberapa titik kota, aliran air menjadi macet dan tak kunjung normal.
“Air PDAM di rumah kami sudah lama tidak mengalir sejak ada pembangunan jalan dan trotoar. Sampai sekarang belum ada penanganan yang jelas,” ujar salah satu warga yang hadir.
Kegiatan reses tersebut dihadiri anggota DPRD Bojonegoro dari Fraksi Demokrat, Sujono, yang turut didampingi Sukur Priyanto. Keduanya menerima dan mencatat masukan dari ratusan warga yang datang.
Menanggapi keluhan warga, Sukur Priyanto menegaskan bahwa aspirasi tersebut akan segera diteruskan kepada pihak terkait agar ditangani dengan cepat.
“Kami mendampingi anggota DPRD Dapil Satu dan menerima masukan seluruh masyarakat Bojonegoro. Rata-rata yang terkena dampak pembangunan jalan dan trotoar itu kan air PDAM-nya banyak yang macet dan lama tidak tertangani,” ujar Sukur.
Ia juga meminta agar kontraktor dan konsultan pengawas segera turun tangan memperbaiki persoalan tersebut.
“Mohon kiranya pihak terkait, kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas, menindaklanjuti keluhan masyarakat yang berkaitan dengan macetnya saluran air di kota akibat pembangunan jalan dan trotoar. Mohon segera ditindaklanjuti dan diselesaikan,” tegas Sukur.
Sukur berharap persoalan aliran air yang macet ini dapat segera diatasi, sehingga warga kembali mendapatkan akses air bersih secara normal. (hil/sam)