BOJONEGORO – Warga di wilayah Kecamatan Temayang beberapa hari ini gaduh perbincangkan adanya kabar pungli jelang rekrutmen karyawan rumah sakit umum daerah (RSUD) Temayang.
Informasi yang dihimpun suarasatu.com, tak sedikit warga yang ditawari menjadi karyawan di rumah sakit plat merah dengan membayar sejumlah uang.
"Sudah ramai mulai akhir Desember kemarin. Teman saya mau ingin kerja sebagai tenaga administrasi. Tapi ada oknum yang nawari kalau mau aman dan pasti diterima, harus setor uang. Nilainya mulai tiga hingga lima juta," ucap salah satu warga Temayang berinisal H kepada suarasatu.com. Kamis (8/1/2026).
H (25) yang merupakan tokoh muda di Temayang ini sangat menyesalkan jika kabar tak sedap ini mewarnai akan beroperasinya rumah sakit di wilayah selatan Kabupaten Bojonegoro.
"Modus yang digunakan biasanya dilakukan melalui perantara atau orang kepercayaan yang mengklaim memiliki akses ke orang dalam manajemen atau instansi terkait. Oknum juga menyasar warga lokal Temayang yang memiliki harapan besar bisa bekerja di wilayahnya sendiri," jelas H.
Masyarakat berharap pihak inspektorat dan Satgas Saber Pungli Kabupaten Bojonegoro segera turun tangan untuk melakukan investigasi menyeluruh agar proses rekrutmen di fasilitas publik tersebut berjalan transparan.
"Kami hanya ingin transparansi. Jangan sampai rumah sakit yang dibangun pakai uang rakyat malah jadi ajang cari untung oknum oknum nakal. Kasihan orang kecil yang punya kemampuan tapi nggak punya uang," imbuh H.
Sementara itu, adanya ramai dugaan isu pungli yang hangat dibicarakan warga Temayang ini, Camat Basuki saat dikonfirmasi belum mendengar adanya informasi dugaan pungli akan adanya rekrutmen karyawan di rumah sakit di wilayahnya.
"Kalau saat ini yang ramai nanya dan datang ke kantor itu kapan rekrutmen karyawan rumah sakit di buka. Tapi kalau isu adanya pungli kok belum dapat info saya. Tapi coba nanti akan segera kita telusuri. Dan masyarakat kami imbau tidak usah di respon bagi yang ditawari kerja dengan harus pakai imbalan tersebut," ucap Camat Basuki saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. Kamis (8/1/2026).
Suarasatu.com hingga saat ini masih berusaha mengubungi Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiati, beberapa kali dihubungi melalui sambungan telepon belum dijawab. (hil/sam)