BOJONEGORO - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kini memiliki mitra strategis baru dalam merumuskan kebijakan publik berbasis data. Hal ini ditandai dengan resmi dilantiknya pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Bojonegoro masa bakti 2026–2031 di Gedung Angling Dharma Lantai 2, Pemkab Bojonegoro, Jumat (17/7/2026).

​Dr. Arief Januwarso dipercaya menahkodai organisasi para intelektual Muslim tersebut untuk lima tahun ke depan. Prosesi pelantikan sendiri dipimpin langsung oleh Sekretaris Majelis Wilayah ICMI Jawa Timur, Pitono Nugroho, yang membacakan surat keputusan pengangkatan jajaran pengurus baru.

​Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyambut baik langkah ini. Ia berharap kehadiran ICMI mampu mengawal arah pembangunan daerah melalui pendekatan yang objektif, ilmiah, dan berbasis riset. Wahono menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dengan kalangan akademisi agar setiap regulasi yang dihasilkan memiliki dasar yang kuat serta berdampak langsung bagi masyarakat.

​"Jangan ojo dumeh. Pemerintah hadir sebagai fasilitator. Mari kita bersinergi, saling sinau bareng, sehingga berbagai regulasi dan kebijakan pemerintah daerah memiliki landasan akademik yang kuat serta benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Setyo Wahono di lokasi pelantikan.

​Dalam kesempatan yang sama, Ketua ICMI Orda Bojonegoro, Dr. Arief Januwarso, menuturkan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Program-program yang akan dijalankan dirancang agar organisasi tidak sekadar menjadi wadah formalitas, melainkan mampu berkontribusi nyata melalui pemberdayaan masyarakat dan kajian-kajian strategis.

​"Berbagai program telah kita siapkan diantaranya ICMI Mengajar, Podcast sesuai devisa hingga policy brief untuk memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan Kabupaten Bojonegoro melalui penguatan kajian ilmiah, inovasi, pemberdayaan masyarakat, hingga kolaborasi lintas sektor," ungkap Arief.

​Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Majelis Wilayah ICMI Jawa Timur, Pitono Nugroho, mengingatkan agar pengurus baru menjadikan pelantikan ini sebagai momentum jihad intelektual. Ia berharap ICMI Bojonegoro mampu hadir di tengah masyarakat dengan gerakan yang inspiratif.

​"Selamat kepada seluruh pengurus. Hari ini kita sedang memulai jihad intelektual bersama. Ini adalah pertanda baik, sebuah isyarat langit agar ICMI benar-benar hadir membersamai masyarakat, mengawal kebijakan, menghadirkan gerakan yang menginspirasi, dan tidak sekadar menjadi organisasi yang ada, tetapi mampu memberikan sesuatu yang nyata bagi umat dan daerah," tegas Pitono. (hil)