BOJONEGORO - Kondisi ekonomi pada momen Lebaran 2026 ini dirasakan cukup berat bagi sejumlah pelaku usaha mikro di wilayah Bojonegoro. Salah satunya adalah usaha Kerupuk Kelenteng Bangjo Bojonegoro yang mengalami penurunan omset secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Fenomena lesunya daya beli masyarakat menjadi faktor utama yang membuat perputaran ekonomi di tingkat bawah terasa melambat.

​Anton Indarno, pemilik usaha Kerupuk Bangjo, mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi pasar saat ini.Menurutnya, penurunan ini bukan disebabkan oleh kendala bahan baku maupun harga minyak goreng, melainkan murni karena rendahnya daya beli masyarakat akibat banyaknya angka pengangguran dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor.

Warga yang tinggal di jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan kota Bojonegoro ini,menyebut bahwa dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, kondisi ekonomi kali ini terasa paling menantang karena rakyat seolah kesulitan memegang uang tunai untuk berbelanja.

Proses Pembuatan dan Pengemasan Kerupuk Kelenteng Bangjo di Jl. Jaksa Agung Suprapto Bojonegoro. Foto : suarasatu.com

​Dampak dari penurunan permintaan ini memaksa manajemen Kerupuk Bangjo mengambil langkah efisiensi demi kelangsungan usaha.

"Produksi harian telah dikurangi bahkan sebelum memasuki masa lebaran." ucap Anton. Jum'at (27/3/2026).

Selain itu, kebijakan sulitpun terpaksa diambil terhadap 12 karyawannya, di mana sistem kerja kini dilakukan secara bergiliran dengan pola sehari masuk dan sehari libur.

Anton mengaku merasa berat hati menerapkan kebijakan tersebut, namun langkah ini harus diambil agar usaha tetap bisa bertahan di tengah situasi yang melandai.

​Meskipun kondisi pasar sedang tidak menentu, Kerupuk Bangjo berkomitmen untuk tetap membuka gerai selama libur Lebaran guna melayani para pemudik yang datang ke Bojonegoro.

"Stok kerupuk akan terus disediakan selama persediaan masih ada untuk menangkap peluang dari tamu luar kota yang ingin mencari oleh-oleh khas daerah."imbuh Anton. Jum'at (27/3/2026)

Anton berharap ke depannya ada upaya nyata pemerintah dalam penciptaan lapangan kerja agar perputaran uang di masyarakat kembali normal dan ekonomi kerakyatan bisa kembali bergairah seperti semula. (ain)