BOJONEGORO – Langkah nyata dalam perjuangkan hak para pendidik dilakukan oleh Forum Guru Sertifikasi Nasional Indonesia (FGSNI) Kabupaten Bojonegoro.

Melalui audiensi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, para guru madrasah ini membawa satu pesan utama kesetaraan kesejahteraan.

Dalam pertemuan tersebut, FGSNI menyampaikan harapan agar guru swasta di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), mulai dari jenjang RA, MI, MTs, hingga MA dapat tersentuh oleh alokasi APBD. Mereka mendesak agar Pemkab menyisihkan bagian dari 20 persen anggaran pendidikan untuk tambahan penghasilan atau insentif guru madrasah.

​M. Burhanuddin, perwakilan FGSNI Bojonegoro, menegaskan bahwa kontribusi guru madrasah dalam membangun karakter dan mencerdaskan generasi muda di Bojonegoro sangatlah besar. Oleh karena itu, dukungan finansial dari daerah dinilai sebagai sebuah keharusan demi rasa keadilan.

​"Pokoknya harus dianggarkan. Jika tidak, maka guru-guru akan terus mendesak melalui forum-forum resmi berikutnya sampai permohonan ini dikabulkan," tegas Burhanuddin. Kamis (18/2/2026).

​Audiensi yang berlangsung di ruang pertemuan Pemkab ini disambut langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, didampingi Sekretaris Daerah dan jajaran OPD terkait. Menanggapi desakan tersebut, pihak Pemkab menunjukkan sikap terbuka dan menaruh atensi besar terhadap nasib para pendidik.

​Wabup Nurul Azizah memastikan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan segera melakukan langkah-langkah strategis untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut.

​Pemkab akan segera melakukan rapat internal bersama OPD terkait. Untuk melakukan pemetaan anggaran dan landasan hukum agar penyaluran insentif nantinya berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

"Hasil audiensi hari ini akan segera kami tindak lanjuti demi mencari solusi terbaik bagi para pendidik kita," ungkap Nurul Azizah.

Pertemuan ini menjadi angin segar sekaligus pengingat bagi pemerintah daerah mengenai pentingnya pemerataan kesejahteraan di sektor pendidikan.

Mengingat kapasitas fiskal Bojonegoro yang cukup kuat, pemberian insentif bagi guru madrasah dianggap sebagai langkah penting untuk menjaga motivasi para garda terdepan pendidikan karakter tersebut.

​Pertemuan ditutup dengan kesepakatan bahwa Pemkab akan segera melakukan kajian mendalam terkait mekanisme anggaran, agar harapan para guru madrasah ini tidak sekadar menjadi wacana, melainkan realitas yang menyejahterakan.