TUBAN - Ratusan warga di Kabupaten Tuban, terpaksa harus berjibaku dengan antrean panjang sejak pukul 7.00 WIB demi mendapatkan satu tabung LPG subsidi 3 kg.

Kelangkaan gas melon yang melanda selama lima hari terakhir di bumi wali telah melumpuhkan aktivitas dapur warga, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga operasional usaha kecil yang menjadi tumpuan hidup mereka.

​Kondisi pelik ini dirasakan langsung oleh Mariana, warga Kelurahan Karangsari, yang mengaku usahanya terhenti total karena pasokan energi yang kering.

" Sudah 4 hari LPG telat jadi gak bisa buat produksi jajan dan kue. Jam 24.00 wib dini hari saya sudah bangun untuk cari LPG tapi tidak ada. Saya gak bisa makan kalau gas melon tidak ada," ucap Mariana. Sabtu (4/4/2026).

Keterbatasan stok membuat Mariana hanya bisa membawa pulang satu tabung meski telah mengantre sejak pagi buta.

Menurutnya, ini antre dari pagi cuma dapat satu tabung jadi gak cukup untuk menghidupkan 4 kompor. Biasanya gak sampai sehari 1 tabung sudah habis. Semoga LPG bisa segera pulih kembali supaya dagangan saya lancar.

​Nasib serupa juga menimpa Inawaroh, seorang ibu rumah tangga yang harus menelan kekecewaan meski sudah bersiaga di lokasi pangkalan sejak pagi hari. Akibat ketiadaan gas, ia terpaksa beralih ke cara tradisional demi memastikan keluarganya tetap bisa makan.

Deretan emak emak antre di pangkalan LPG. Sabtu (4/4)

Inawaroh mengungkapkan jika dirinya sudah ngantre dari jam 7 pagi tapi masih saja tidak dapat LPG. Sudah lima hari gak ada LPG jadi saya masak pakai kayu bakar. Harapan saya supaya LPG 3 kilogram ini bisa normal lagi.

" Saya sudah ngantre dari jam 7 pagi tapi masih saja tidak dapat LPG. Sudah lima hari gak ada LPG jadi saya masak pakai kayu bakar. Harapan saya supaya LPG 3 kilogram ini bisa normal lagi," tuturnya.

​Di sisi lain, Andi Mustami selaku pemilik pangkalan LPG di Kelurahan Karangsari memberikan gambaran berbeda dari sisi distribusi. Ia menegaskan bahwa pasokan dari Pertamina sebenarnya tidak mengalami kendala teknis maupun pemotongan kuota.

" Pengiriman tetap biasa dan tidak ada pengurangan. Ini tadi dapat kirimin 180 tabung langsung habis dalam 2 jam. Sebenarnya untuk warga Karangsari ini stabil, namun gejolak ini agak goyang mulai tiga hari terakhir.' ucap Andi Mustamu.

​Andi mensinyalir bahwa kekosongan stok yang terjadi begitu cepat di pangkalannya disebabkan oleh serbuan konsumen dari wilayah lain yang juga tengah kesulitan mencari gas elpiji.

"Sebenarnya LPG ini untuk warga sini tapi karena tetangga sebelah mungkin tidak ada pengiriman maka semua orang mencari disini," pungkasnya. (ain)