BOJONEGORO - Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) menggelar bedah buku di Auditorium Hasyim Asy'ari, Gedung Rektorat, Minggu (12/7). Kegiatan ini menjadi wadah untuk membedah tiga buku antologi hasil karya mahasiswa kelas A, B, dan F yang lahir dari tugas mata kuliah Jurnalistik.
Ketiga karya tersebut berjudul Jejak Langgar Tertua (Kelas A), Tokoh-tokoh Babat Desa (Kelas B), dan Kiai-kiai Inspiratif Desa (Kelas F). Proses bedah buku dilakukan secara bergantian oleh perwakilan masing-masing kelas, yakni Sefti Liana, Sofia Fuadi, dan Selvi Rohmatul Majid, dengan disaksikan langsung oleh akademisi sekaligus Pengurus PCNU Bojonegoro, Ahmad Taufiq, sebagai pemantik diskusi.
Ketua Panitia, Dias Bagus Saputra, mengungkapkan bahwa kegiatan ini didorong oleh kesadaran akan pentingnya mendokumentasikan sejarah lokal. Menurutnya, pengalaman melakukan observasi lapangan hingga menyusun buku memberikan wawasan mendalam mengenai asal-usul desa yang selama ini jarang tersentuh literatur formal. "Sejarah yang tidak ditulis, lama-kelamaan seiring perkembangan zaman akan luntur," ujar Dias.
Apresiasi senada disampaikan oleh Kaprodi PAI Unugiri, Su'udin Aziz. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa karya tulis ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan bentuk jariyah literasi yang memiliki nilai kebermanfaatan jangka panjang. Udin berharap, meskipun mahasiswa telah lulus dan meniti karier sebagai guru, buku-buku tersebut tetap menjadi sumber pengetahuan yang mengalirkan pahala bagi penulisnya.
Sementara itu, Ahmad Taufiq dalam paparannya menilai bahwa pendidikan jurnalistik di Prodi PAI Unugiri telah berhasil meletakkan fondasi literasi yang kuat dari basis akar rumput. Baginya, jurnalistik bukan hanya perihal teknis penulisan 5W+1H, tetapi tentang mengasah kepekaan terhadap realitas sosial. Ia menyebut upaya mahasiswa dalam mengabadikan profil tokoh agama dan sejarah desa di Bojonegoro serta Tuban sebagai langkah krusial dalam menjaga memori kolektif masyarakat.
"Ketika kita menulis hari ini, 10 atau 20 tahun ke depan karya yang sudah kita bikin akan menjadi pengabadi sejarah," tegas Dekan FISIP Unigoro.
Acara yang berlangsung hingga pukul 11.00 WIB ini turut dihadiri oleh dosen pengampu mata kuliah Jurnalistik Usman Roin, Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpustakaan Nasional RI M. Imron Nasir S, editor buku Siti Nur Mukaromatun Nisa, serta pihak penerbit Pena Abadi Widodo Ramadhoni dan Ahmad Wahid. (Hil)