BOJONEGORO – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bojonegoro telah resmi berakhir. Kegiatan yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting partai ini membuahkan hasil signifikan dengan terjaringnya lima nama bakal calon yang akan memperebutkan kursi Ketua DPC PKB Bojonegoro untuk masa bakti 2026-2031.

​Ketua DPW PKB Jawa Timur, A. Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Halim, menyampaikan apresiasinya atas kelancaran pelaksanaan Muscab tersebut. Menurutnya, proses penjaringan telah dilakukan secara demokratis dan aspiratif.

​"Alhamdulillah, hari ini pelaksanaan Muscab di DPC PKB Kabupaten Bojonegoro sudah berjalan dan selesai. Menghasilkan lima bakal calon Ketua DPC PKB Kabupaten Bojonegoro," ujar Gus Halim dalam keterangannya kepada media.

​Adapun kelima nama yang masuk dalam daftar nominasi tersebut yakni Fauzan Fuadi, Ketua DPC PKB Bojonegoro, Abdulloh Umar Sekretaris DPC PKB Bojonegoro, ​Sholikin, ​Mustakim​, serta Alviatul Muniroh.

Gus Halim menjelaskan bahwa kelima nama tersebut selanjutnya akan dikirimkan ke Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB untuk menjalani serangkaian proses verifikasi dan pendalaman.

​"Lima nama ini akan kita kirimkan ke DPP untuk dilakukan verifikasi, pendalaman track record, serta evaluasi kinerja selama ini. Hal ini penting untuk menentukan apakah mereka layak ditetapkan sebagai calon resmi," tuturnya.

​Ia juga menekankan bahwa DPP memiliki kewenangan penuh dalam penetapan calon. DPP bisa menetapkan kelima nama tersebut, atau hanya sebagian, bahkan bisa saja memunculkan nama baru di luar hasil Muscab jika dianggap perlu. Namun, Gus Halim optimis bahwa aspirasi dari bawah akan tetap menjadi pertimbangan utama.

​"Saya yakin DPP sangat memperhatikan aspirasi dari bawah. Keyakinan saya, kelima nama ini akan turun semua sebagai calon untuk mengikuti tahapan selanjutnya," tambah Gus Halim.

Anggota Fraksi PKB pose bareng Gus Halim - Jihan Audy. Foto: suarasatu.com

​Bagi mereka yang nantinya ditetapkan sebagai calon oleh DPP, wajib mengikuti dua tahapan seleksi.

UKK Tahap Pertama: Fokus pada asesmen oleh pihak ketiga dengan pendekatan ilmiah. UKK Tahap Kedua, Dilakukan oleh internal DPP dengan pendekatan komitmen dan politik.

​"Dari hasil dua pendekatan ini, DPP akan menyaring secara ketat hingga mengerucut menjadi satu nama terpilih sebagai Ketua DPC PKB Bojonegoro periode 2026-2031," tegasnya.

​Terkait jadwal penetapan, Gus Halim memperkirakan proses di tingkat pusat tidak akan memakan waktu lama.

​"Kira-kira 3 sampai 4 hari akan turun penetapan sebagai calon. Setelah itu baru masuk tahapan UKK. Kemudian, sekitar 3 sampai 5 hari pasca UKK kedua selesai, akan turun nama ketua terpilih," jelasnya.

​Ketua terpilih nantinya akan memikul tanggung jawab besar, bersama tim DPW, untuk menyusun komposisi kepengurusan DPC PKB Bojonegoro yang baru guna menghadapi tantangan politik di masa mendatang. (ain)