BOJONEGORO - Fenomena tanah amblas atau sliding menghantui warga Desa Seranak, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Peristiwa ini bermula sejak awal Maret 2026 dan terus memburuk hingga puncaknya pada Selasa (21/4), akibat fluktuasi debit air Kali Kening yang tidak stabil.

​Hujan deras yang mengguyur wilayah Bojonegoro sejak awal Maret menyebabkan debit air Kali Kening meluap dan mengalami pasang surut secara ekstrem. Kondisi ini memicu pergerakan tanah yang terjadi secara berangsur-angsur setiap harinya. Puncaknya, pada Selasa (21/4) sekitar pukul 14.15 WIB, pergerakan tanah semakin signifikan dan mengancam pemukiman warga.

​BPBD Bojonegoro yang menerima laporan dari Pemerintah Desa langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan kaji cepat.

​Berdasarkan data dari Pusdalops BPBD Bojonegoro, total dimensi tanah yang amblas mencapai panjang 380 meter dengan kedalaman rata-rata 1 meter.

Dua rumah warga dilaporkan terdampak langsung secara serius, yakni milik Warsito (66) mengalami amblas pada area tanah seluas 17 x 12 meter dengan kedalaman 1 meter. Saat ini, pemilik rumah sedang melakukan langkah renovasi mandiri.

​Sedangkan rumah Mujiono (51): Mengalami amblas pada area tanah seluas 8,5 x 5 meter dengan kedalaman 1 meter.

​Meski kondisi tanah belum stabil, kedua pemilik rumah dilaporkan masih memilih untuk tetap tinggal di rumah mereka masing-masing.

​Personel BPBD Bojonegoro telah berada di lokasi untuk memberikan bantuan darurat berupa paket sembako dan terpal guna meminimalisir masuknya air hujan ke dalam rekahan tanah.

​"Kami telah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Desa setempat. Kami menyarankan agar Pemdes segera bersurat secara resmi melalui proposal kepada Bupati Bojonegoro dengan tembusan ke BPBD," tulis Petugas Pusdalops BPBD Bojonegoro. Rabu(21/4/2026).

​Pihak Desa Seranak sendiri telah mengajukan permohonan bantuan teknis berupa 25 lembar bronjong untuk memperkuat struktur tanah di area yang amblas agar kerusakan tidak semakin meluas.

​Dalam penanganan bencana ini, sejumlah unsur terkait turut terjun ke lokasi untuk membantu warga dan mengamankan area, di antaranya BPBD Bojonegoro, Perangkat Desa Seranak, Satpol PP, TNI dan Polri.

​Hingga saat ini petugas gabungan masih terus memantau perkembangan pergerakan tanah di lokasi untuk mengantisipasi adanya amblasan susulan jika curah hujan kembali meningkat.