GRESIK - Sebuah pesan pilu dikirimkan oleh MA (21), pemuda asal Bojonegoro yang merantau ke Gresik, sesaat sebelum ditemukan tewas di dalam kamar mandi rumah kosnya di Kecamatan Menganti, Gresik. Korban sempat mengirimkan curahan hati yang mendalam serta menitipkan seragam silat yang selama ini menjadi kebanggaannya kepada orang tua tercinta.

​Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 10.15 WIB. Korban diduga kuat nekat mengakhiri hidupnya karena mengalami depresi berat akibat persoalan pelik yang tengah dihadapinya di tanah rantau.

​Kapolsek Menganti, AKP Arif Rahman menjelaskan bahwa peristiwa ini pertama kali diketahui oleh teman korban yang berinisial PA. Saksi PA diminta oleh kakak kandung korban untuk mengecek ke lokasi kos karena sang kakak mendadak menerima pesan darurat yang mengkhawatirkan dari korban melalui aplikasi WhatsApp.

​Teman korban mendapat informasi dari kakak korban sekitar pukul 10.50 WIB untuk mengecek keberadaan korban di kos. Saat dilakukan pencarian di dalam kamar, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan tergantung di pintu kamar mandi kos dan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

​Mendapat laporan dari warga, petugas Polsek Menganti bersama Tim Inafis Polres Gresik dan tenaga medis langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pemeriksaan luar terhadap jenazah. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim Inafis dan tim medis, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban, sehingga MA diduga kuat murni meninggal karena bunuh diri.

​Dugaan tersebut diperkuat oleh hasil penyelidikan dan pemeriksaan pada ponsel milik korban. Petugas menemukan pesan WhatsApp terakhir berbahasa Jawa yang dikirimkan MA kepada keluarganya sesaat sebelum kejadian. Dalam pesan tersebut, korban menyampaikan permohonan maaf yang sangat mendalam kepada kedua orang tuanya karena merasa belum bisa membahagiakan mereka. Ia juga mengaku sangat kecewa terhadap dirinya sendiri lantaran tidak mampu menyelesaikan masalah berat yang sedang dipikulnya.

​Selain berpamitan dan mengungkapkan beban pikiran yang dialaminya, pemuda yang diduga aktif dalam kegiatan bela diri ini juga sempat menitipkan sejumlah barang pribadi kepada keluarga agar dirawat dengan baik. Secara khusus, korban berpesan kepada orang tuanya untuk menyimpan seragam perguruan silat miliknya di dalam lemari pakaian.

​Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak keluarga. Pihak keluarga sendiri menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan prosedur autopsi menyeluruh. Setelah membuat surat pernyataan resmi bermaterai dan mengikhlaskan kepergian korban, mereka memilih untuk langsung membawa korban pulang ke kampung halamannya di Bojonegoro untuk dimakamkan.