TUBAN - Jerit tangis seorang ibu pecah di sebuah rumah kos kawasan Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Selasa (16/6/2026) siang. Ibu muda tersebut panik setelah menyadari anak balitanya yang baru berusia 2,5 tahun terjebak di dalam kamar yang terkunci rapat dari dalam selama lebih dari dua jam.

​Peristiwa mencekam itu bermula sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, sang ibu tengah sibuk menata barang dagangan di depan kos. Ia meninggalkan buah hatinya sendiri di dalam kamar dengan kondisi pintu terbuka. Apes, kunci kamar tersebut masih menempel di bagian dalam daun pintu. Diduga karena keasyikan bermain, balita malang itu tanpa sengaja menutup pintu hingga terkunci secara otomatis dari dalam.

​Sadar anaknya terperangkap, sang ibu langsung didera kepanikan luar biasa. Berbagai alat dicoba untuk mendobrak pintu, bahkan warga sekitar turut berdatangan memberikan bantuan. Namun, pintu kayu itu tetap bergeming. Harapan sempat tertuju pada tukang kunci yang dipanggil, namun hingga waktu beranjak siang, sang ahli kunci tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

​Di tengah situasi yang kian genting dan tangis sang anak yang mulai melemah karena kelelahan di dalam kamar, sang ibu akhirnya memutuskan menghubungi call center Satpol PP dan Damkar Tuban pada pukul 12.08 WIB.

​Mendapat laporan darurat tersebut, Plt. Kasatpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji, langsung menginstruksikan Tim Mako untuk bergerak cepat tanpa buang waktu. Baginya, keselamatan nyawa balita yang terjebak di dalam ruangan tertutup adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

​"Begitu menerima laporan dari warga Latsari yang panik karena anaknya terkunci selama lebih dari dua jam, saya langsung perintahkan Tim Mako untuk segera meluncur ke lokasi. Dalam situasi seperti ini, setiap detik sangat berharga karena menyangkut keselamatan anak di bawah umur yang terjebak di ruang terbatas," tegas Sutaji saat dikonfirmasi. Rabu (17/6/2026).

​Respons cepat ditunjukkan petugas. Hanya dalam waktu enam menit, tepat pukul 12.14 WIB, armada dan personel Damkar sudah tiba di lokasi kejadian. Tanpa membuang sisa waktu, petugas langsung melakukan persiapan matang dan membaca situasi medan demi mengevakuasi sang balita dengan aman.

​Tepat pukul 12.16 WIB, operasi penyelamatan dimulai. Petugas dengan cekatan memotong dan menjebol bagian kunci pintu menggunakan peralatan khusus dengan sangat hati-hati agar tidak melukai korban yang berada di balik pintu. Ketegangan sempat menyelimuti proses evakuasi, hingga akhirnya setelah 31 menit berjuang keras, pintu berhasil dibuka pada pukul 12.47 WIB.

​Balita yang sempat terkurung itu langsung dievakuasi keluar dalam kondisi selamat tanpa luka sedikit pun, dan segera diserahkan ke pelukan ibunya yang langsung menangis sejadi-jadinya menahan haru.

​Sutaji mengapresiasi kerja cepat timnya di lapangan yang berhasil menuntaskan evakuasi dengan lancar tanpa kendala berarti. Dirinya juga mengimbau kepada seluruh orang tua di Tuban agar tidak lengah sedikit pun dalam mengawasi anak-anak, terutama yang masih berusia balita.

​"Alhamdulillah, berkat kesigapan personel di lapangan, evakuasi berjalan cepat dan lancar selama sekitar 30 menit. Anak dalam kondisi sehat dan sudah kami serahkan kembali ke ibunya. "pungkas Sutaji.

Sutaji imbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih waspada dan tidak meninggalkan kunci menempel pada pintu jika melepaskan anak bermain sendiri di dalam kamar. Kejadian seperti ini bisa berakibat fatal jika terlambat ditangani. (hil)