TUBAN - Tim SAR gabungan terus bergerak melakukan pencarian intensif terhadap seorang anak buah kapal (ABK) KMP Gunung Baru (GT 25) bernama M. Solikhin Aufal (44) yang dilaporkan hilang misterius di perairan Brondong, Kabupaten Lamongan. Hingga memasuki hari ketiga operasi pencarian pada Sabtu (13/6/2026), keberadaan nelayan asal Dusun Kauman, Desa Bulujowo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban tersebut masih belum membuahkan hasil.
Peristiwa nahas itu bermula ketika KM Gunung Baru yang membawa 27 ABK bertolak dari Pelabuhan TPI Desa Bulu, Kecamatan Bancar, Tuban, pada Rabu (10/6) sekitar pukul 10.00 WIB untuk mencari ikan dengan haluan timur laut menuju perairan Laut Gresik. Siang harinya sekitar pukul 14.00 WIB, korban diketahui masih berada di atas kapal bersama rekan-rekannya pada koordinat 6° 39' 500'' S / 111° 04' 500" E. Namun, petaka disadari menjelang malam sekitar pukul 18.00 WIB pada koordinat 6° 37' 500" S / 112° 27' 500" E, saat korban tiba-tiba sudah tidak ada lagi di atas kapal dan diduga kuat terjatuh ke laut bebas di perairan utara wilayah Kecamatan Brondong, Lamongan.
Petugas Polairud BKO Polres Tuban, Bripka Joko, dikonfirmasi bahwa upaya pencarian mandiri sempat langsung dilakukan oleh seluruh awak kapal begitu korban diketahui hilang dari atas dek, namun tidak membuahkan hasil. Melihat situasi tersebut, Nakhoda kapal bernama Safii segera menghubungi pemilik kapal, Maftukan, melalui saluran telepon untuk melaporkan kejadian darurat itu secara berjenjang hingga akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian perairan.
Hingga saat ini, KM Gunung Baru bersama 26 ABK lainnya dilaporkan masih terus bertahan di laut untuk membantu menyisir sekitar lokasi jatuhnya korban.
Sementara itu, operasi SAR formal hari kedua dan ke tiga digerakkan secara masif sejak pukul 09.00 WIB dengan titik start dari Pantai Semilir, Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. Tim gabungan yang terdiri dari Pos Polairud Ditpolairud Polda Jatim BKO Polres Tuban, Satpolairud Polres Tuban, dengan backup dari Subdit Patroli/Gakkum Ditpolairud Polda Jatim, Kamla Tuban, Kamla Lamongan, BASARNAS, BPBD Kabupaten Tuban, hingga Satpolairud Polres Lamongan dikerahkan penuh menyisir area perairan sekitar PLTU Tuban menggunakan perahu karet.
Bripka Joko menyatakan bahwa seluruh penanganan dan pergerakan tim di lapangan dilakukan secara profesional dan prosedural sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Polri serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pihaknya juga terus melakukan koordinasi melekat dan lintas sektoral demi mengoptimalkan proses pencarian di wilayah-wilayah yang menjadi titik prediksi pergeseran arus laut.
" Ini operasi pencarian bersama di hari ketiga.petugas akan memperluas area penyisiran."ucap Joko.
Pihak kepolisian memastikan akan langsung melaporkan perkembangan terbaru pada kesempatan pertama, sembari mengonfirmasi bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah perairan Tuban saat ini tetap berada dalam keadaan aman dan kondusif. (hil)