BOJONEGORO – Roda investasi sektor energi di Kabupaten Bojonegoro bersiap kembali berputar kencang seiring rencana masuknya raksasa industri baru yang membidik kawasan strategis Kecamatan Gayam. Wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat industri migas nasional tersebut kini tengah diproyeksikan untuk menampung fasilitas pengolahan gas baru skala besar, yang kabarnya akan dikelola oleh PT Humpuss Maritim Internasional.

​Sinyal ekspansi korporasi besar ini dikonfirmasi langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono. Saat menghadiri agenda Medhayoh di Kecamatan Gayam beberapa waktu lalu, Wahono membeberkan bahwa wilayahnya akan segera kedatangan investor strategis yang siap memperkuat hilirisasi energi daerah.

“Sebentar lagi ada beberapa perusahaan pengolahan gas. Saat ini masih dalam proses perizinan karena berkaitan dengan kawasan lahan sawah dilindungi (LSD),” ujar Wahono.

​Kendati terbentur dengan status lahan yang dilindungi, Bupati menenangkan bahwa peta lokasi yang direncanakan tersebut sejatinya masih berada dalam kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B). Melalui skema tersebut, pemanfaatannya dinilai masih dapat dilakukan dan disesuaikan dengan seluruh ketentuan serta regulasi ketat yang berlaku.

​Mengingat skala proyek ini bersifat strategis, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bojonegoro, Palupi Hadi Ratih Dewanti, menjelaskan bahwa seluruh proses perizinan tidak berada di bawah meja pemerintah daerah, melainkan ditangani langsung oleh pusat. “Untuk PGN, seluruh proses perizinan berusaha berada di pemerintah pusat,” kata Palupi saat memberikan keterangan pada Kamis (25/6/2026).

​Kepastian mengenai nama korporasi yang digadang-gadang akan menancapkan benderanya di Gayam ini dikonfirmasi oleh Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Bojonegoro, Laela Nor Aeny. Ia membenarkan bahwa rencana pembangunan fasilitas pengolahan gas tersebut terus berjalan, meskipun saat ini masih dalam tahap proses dan belum memasuki fase operasional di lapangan.

“Informasi yang kami dapat, rencana yang akan masuk adalah PT Humpuss,” ujarnya melalui pesan tertulis WhatsApp.

​Meski kepastian korporasi mulai benderang, pemerintah daerah mengaku belum bisa memastikan jadwal resmi maupun tahapan mendetail mengenai dimulainya proyek tersebut karena seluruh proses administrasi masih berjalan. Di sisi lain, Camat Gayam Erna Zulaikah menyampaikan bahwa kantor kecamatan secara birokrasi belum menerima surat maupun pemberitahuan hitam di atas putih mengenai rencana tersebut. Namun, denyut persiapan proyek ini sudah mulai ramai diperbincangkan oleh masyarakat setempat.

​“Kami belum menerima keterangan maupun surat resmi. Namun, dari informasi yang beredar, lokasinya di Desa Sudu. Kabarnya juga sudah ada kegiatan pengukuran dari Jakarta. Jadi, kami masih menunggu kepastian lebih lanjut,” ungkap Erna menerangkan situasi terkini di lapangan.

​Hingga saat ini, jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro masih dalam posisi menunggu kejelasan final terkait tuntasnya proses perizinan dan realisasi investasi tersebut. Jika proyek ini berhasil terealisasi, kehadiran perusahaan pengolahan gas di Gayam diyakini dapat semakin memperkuat posisi wilayah tersebut sebagai salah satu pilar utama pusat industri energi di Bojonegoro.