BOJONEGORO – Peta politik internal DPC PKB Bojonegoro kini tengah hangat. Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (04/04/2026), atmosfer kompetisi mulai terasa kental.
Bukan sekadar seremoni organisasi, Muscab kali ini menjadi ajang pembuktian loyalitas terhadap hasil Muktamar Bali, di mana Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB memegang kendali penuh dalam menentukan siapa yang layak memimpin di Kota Minyak.
Sistem penjaringan kali ini tidak main-main. Tidak ada ruang bagi kader karbitan, karena DPP PKB menerapkan pemantauan berlapis yang super ketat sebelum nama-nama calon disodorkan ke forum.
Sekretaris DPC PKB Bojonegoro, Abdulloh Umar, menegaskan bahwa mekanisme penentuan pengurus periode mendatang merupakan hak prerogatif pusat berdasarkan hasil pengamatan lapangan yang mendalam.
“DPP melakukan pengamatan, pemantauan dan penjaringan calon. Lalu hasilnya nanti akan dibacakan dan dimintakan persetujuan di forum muscab,” tegas Umar saat dikonfirmasi media, Jumat (03/04/2026).
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Bojonegoro ini menambahkan bahwa proses tidak berhenti pada penjaringan saja. Para calon yang muncul harus melewati kawah candradimuka, berupa Uji Kompetensi dan Kelayakan (UKK). Transparansi menjadi kunci, di mana DPP menggandeng pihak independen dari kalangan perguruan tinggi untuk menguliti kapasitas masing-masing kandidat.
“Setelah nama-nama calon ditetapkan, nantinya nama calon tersebut akan dilakukan UKK oleh DPP dengan menggandeng pihak ketiga dari perguruan tinggi. Hasil dari UKK nanti akan digodok kembali oleh DPP untuk kemudian ditentukan,” lanjutnya.
Hingga H-1 pelaksanaan, daftar nama calon yang akan bertarung masih tersimpan rapat di brankas DPP partai berlambang sembilan bintang. Strategi ini sengaja dilakukan untuk menjaga kondusivitas dan kejutan dalam forum Muscab besok.
“Belum tahu ada berapa calon, karena nanti baru akan dibacakan dan dimintakan persetujuan di forum muscab,” pungkas Umar sambil tersenyum.
Muscab DPC PKB Bojonegoro besok diharapkan tidak hanya menjadi ajang ganti pengurus, tetapi menjadi momentum konsolidasi besar-besaran untuk memperkuat struktur partai menghadapi tantangan politik ke depan, sesuai dengan garis komando hasil Muktamar Bali.
Publik kini menanti, siapakah sosok yang mendapatkan "restu langit" dari pusat untuk memimpin PKB Bojonegoro? (ain)