BOJONEGORO – Para calon penumpang kereta api diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengatur waktu keberangkatan dengan lebih teliti menyusul prediksi puncak arus balik di Stasiun Bojonegoro yang jatuh pada hari ini, Senin, (23 /3/2026).
Berdasarkan data pemesanan tiket, kepadatan penumpang diperkirakan akan mencapai titik tertingginya dengan total 2.851 orang yang memadati stasiun dalam satu hari. Lonjakan ini didominasi oleh penumpang yang akan berangkat meninggalkan Bojonegoro menuju berbagai kota tujuan, dengan angka mencapai 1.537 orang, sementara 1.314 penumpang lainnya dijadwalkan tiba.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya menjelaskan bahwa tren peningkatan ini sudah terlihat sejak Minggu (22/3) kemarin, di mana tercatat ada 3.378 penumpang yang memanfaatkan layanan kereta api. "Setelah melewati puncak arus mudik pada 15 Maret lalu, fokus kami kini bergeser pada kesiapan pelayanan arus balik. Prediksi kami, puncak arus balik di Stasiun Bojonegoro terjadi pada 23 Maret ini dengan total 2.851 penumpang. Secara akumulatif, selama periode Angkutan Lebaran 2026, kami memproyeksikan Stasiun Bojonegoro akan melayani hingga 45.609 pelanggan," ungkapnya.
Guna mengantisipasi kepadatan massa yang diperkirakan akan memuncak besok, KAI telah menyiagakan total 34 perjalanan kereta api jarak jauh setiap harinya, yang terdiri atas 30 perjalanan reguler dan 4 perjalanan KA tambahan. Penambahan armada ini dilakukan untuk memastikan seluruh penumpang dapat terangkut dengan aman dan nyaman meski volume pelanggan selama periode 11 hingga 22 Maret saja sudah menembus angka 28.433 jiwa.
Pihak manajemen KAI juga memberikan peringatan khusus kepada para calon penumpang agar tidak datang terlalu mendekati jadwal keberangkatan kereta. "Mengingat besok adalah puncak arus balik dengan keberangkatan lebih dari 1.500 orang dari satu titik stasiun, kami sangat mengimbau pelanggan untuk mengatur waktu kedatangan lebih awal guna menghindari risiko tertinggal kereta akibat antrean atau kepadatan di area stasiun. Selain itu, kami ingatkan kembali agar pelanggan disiplin melakukan perjalanan sesuai relasi yang tertera pada tiket demi kenyamanan dan ketertiban bersama," tambah Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya.
Hingga saat ini, operasional di Stasiun Bojonegoro terpantau tetap terkendali meskipun volume penumpang terus merangkak naik. KAI berkomitmen untuk terus memantau pergerakan data secara real-time hingga berakhirnya masa Angkutan Lebaran pada 1 April 2026 mendatang, guna memastikan setiap layanan, mulai dari keberangkatan hingga kedatangan, berjalan sesuai standar keamanan yang ditetapkan. (ain)