TUBAN – Aksi pencurian gabah di musim panen yang meresahkan warga Desa Mojoagung, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, akhirnya terbongkar. Tiga pelaku pencurian gabah berhasil diamankan warga setelah sempat terjadi aksi kejar-kejaran, Selasa (20/1/2026) malam.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB di pinggir jalan Dusun Dangulung, Desa Mojoagung. Korbannya adalah Slamet (48), seorang petani setempat yang kehilangan tiga sak gabah hasil panennya.

Ketiga pelaku yang diamankan masing-masing berinisial Nanang Kurniawan (31) warga Kecamatan Soko, Leni Wulandari (31) asal Kediri, serta seorang remaja berinisial SS (16) asal Trenggalek. Para pelaku nekat mengangkut gabah hasil curian menggunakan sebuah mobil sedan.

Salah seorang saksi, Kusnan, mengatakan bahwa aksi para pelaku sebenarnya sudah diantisipasi warga. Pasalnya, pencurian gabah kerap terjadi setiap musim panen.

“Warga bersama perangkat desa rutin melakukan patroli dan penjagaan. Saat melihat mobil mencurigakan berhenti dan mengambil gabah di pinggir jalan, warga langsung bertindak,” ujar Kusnan.

Menurutnya, modus yang digunakan para pelaku adalah berkeliling menggunakan mobil untuk mencari tumpukan gabah milik petani yang diletakkan di pinggir jalan tanpa penjagaan.

“Saat dirasa aman dan tidak ada pemiliknya, gabah langsung dimasukkan ke dalam mobil,” jelas Kusnan.

Sementara itu, Slamet (48) mengaku mengetahui gabahnya dicuri setelah diberi tahu tetangga. Ia kemudian bersama warga melakukan pengejaran.

“Saya diberi tahu kalau gabah saya diangkut orang. Warga langsung mengejar mobil itu,” kata Slamet.

Pengejaran berakhir di Desa Simo, Kecamatan Soko. Mobil sedan yang digunakan pelaku berhasil dihentikan warga. Saat digeledah, ditemukan tiga sak gabah di dalam kendaraan tersebut. Situasi sempat memanas, namun amuk massa berhasil diredam setelah polisi tiba di lokasi.

Kapolsek Soko, AKP Haryono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa ketiga pelaku kini telah diamankan di Polres Tuban untuk proses penyidikan lebih lanjut

“Benar, tiga orang terduga pelaku pencurian gabah sudah diamankan. Modusnya mengambil gabah milik petani yang diletakkan di pinggir jalan menggunakan mobil pribadi,” kata AKP Haryono saat dikonfirmasi suarasatu.com.

Ia menambahkan, total kerugian korban ditaksir mencapai Rp918.000. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa tiga sak gabah dan satu unit mobil sedan Toyota Corolla bernomor polisi L 1003 QW.

“Para pelaku akan dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian,” tegasnya.

Pihak kepolisian mengimbau para petani agar lebih waspada dan tidak meninggalkan hasil panen di pinggir jalan tanpa pengawasan, terutama pada malam hari. (hil/sam)