TUBAN – Kecelakaan kerja serius terjadi di sebuah fasilitas industri di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Senin (6/7/2026) pagi. Ledakan hebat pada panel switchgear saat proses perawatan mengakibatkan seorang pekerja mengalami luka bakar cukup serius dan memicu gangguan pada Gardu Induk Tuban 4.

​Korban diketahui bernama Sukarno (41), seorang tenaga kerja alih daya yang bertugas sebagai helper. Insiden bermula sekitar pukul 09.30 WIB ketika tim tengah melakukan pekerjaan servis switchgear tegangan menengah (MV) dan transformator di area ER27.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, ledakan diduga dipicu oleh kesalahan prosedur teknis. Awalnya, tim membuka penutup bagian depan panel untuk mengeluarkan draw out switchgear. Namun, saat pemeriksaan dilakukan di bagian belakang, diduga terjadi pemasangan grounding pada peralatan yang ternyata masih bertegangan.

​Tindakan tersebut memicu hubungan arus pendek (short circuit) yang berujung pada ledakan hebat. Ledakan ini mengakibatkan kerusakan pada switchgear incoming 547 beserta busbar, yang secara langsung berdampak pada gangguan teknis di Gardu Induk Tuban 4.

​Evaluasi awal internal perusahaan menyebutkan bahwa pemasangan grounding tersebut diduga dilakukan tanpa sepengetahuan pengawas pekerjaan. Selain itu, korban disebut tidak mengetahui bahwa panel yang sedang ditanganinya masih dalam kondisi bertegangan tinggi.

​Meski pekerja dilaporkan telah mengenakan alat pelindung diri (APD) standar seperti helm, sepatu keselamatan, kacamata pelindung, masker, dan pakaian kerja, evaluasi awal menunjukkan bahwa korban tidak menggunakan pakaian pelindung arc flash. Pakaian khusus tersebut seharusnya digunakan untuk meminimalisir risiko cedera akibat ledakan listrik tegangan tinggi.

​Pasca kejadian, korban dalam kondisi sadar langsung dievakuasi ke IGD RSNU Tuban untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Hingga saat ini, korban masih dalam perawatan karena mengalami luka bakar sekitar 25 persen.

​Terkait insiden tersebut, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen perusahaan maupun otoritas berwenang mengenai hasil investigasi mendalam maupun dampak operasional jangka panjang di fasilitas tersebut. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti ledakan masih dalam tahap pendalaman lebih lanjut. (Hil)