BOJONEGORO - Ratusan anggota Pramuka Penggalang meramaikan ajang Jambore Ranting Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Kalitidu 2026 di Lapangan Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro. Kegiatan yang berlangsung pada 12–14 Agustus 2026 ini diikuti sebanyak 805 peserta.

Agenda perkemahan tiga hari tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bojonegoro yang juga menjabat sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bojonegoro, Nurul Azizah. Dalam pengarahannya, Nurul menekankan bahwa perkemahan jambore bukan sekadar ajang kumpul-kumpul, melainkan wahana penting untuk menempa karakter, kemandirian, serta kedisiplinan generasi muda.

Ia pun menitipkan pesan kunci kepada seluruh peserta agar mampu meraih masa depan yang gemilang.

“Kalau ingin sukses dan berhasil, kuncinya adalah belajar, ikhtiar, berdoa, serta meminta restu kepada orang tua,” pesannya kepada para peserta.

Nurul menilai, kehidupan di dalam tenda secara tidak langsung melatih anak-anak untuk menghadapi realitas kehidupan, mulai dari bangun tidur hingga kembali beristirahat secara mandiri.

“Jambore dengan kemah ini mengajarkan latihan hidup, mulai pagi bangun tidur sampai mau tidur lagi,” ujarnya. (13/8/2026).

Tak hanya soal kemandirian di lapangan, Nurul turut mewanti-wanti para peserta agar menggunakan gawai secara bijak dan memanfaatkannya untuk hal-hal positif yang mendukung pembelajaran.

Perhelatan tahun ini mengusung tema “Memantapkan Langkah Pramuka Menuju Indonesia Emas 2024” dengan motto “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.” Rincian peserta terdiri dari 414 penggalang putra dan 391 penggalang putri dari 34 pangkalan gugus depan (gudep) se-Kecamatan Kalitidu.

Ketua Panitia Jambore Ranting Kwarran Kalitidu mengungkapkan, kelancaran acara ini merupakan hasil kolaborasi dan gotong royong dari berbagai pihak. Mulai dari kontribusi gugus depan, subsidi Kwarran, sponsorship, hingga dukungan penuh Pemerintah Desa Mayangrejo.

Sejumlah unsur masyarakat seperti tim medis, ormas, pelaku usaha, ORARI, RAPI, hingga petugas pemadam kebakaran dan kebersihan turut disiagakan demi menyukseskan acara. Pembukaan perkemahan ini ditandai secara simbolis melalui penyematan tanda peserta kepada perwakilan penggalang. (hil/ss)